Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Minggu, 15 Juni 2014

13.000 Hekhtare Hutan di Karimun Dikelola dan Diawasi Distanhut Kabupaten Karimun


Tampak Lokasi hutan lindung di Karimun

Tg Balai Karimun– KNs. Dengan penuh semangat dan rasa antusias untuk menjaga, mengawasi dan mengelola hutan lindung dalam wilayah kerja, maka Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Karimun membentuk Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), yang fungsinya untuk mengelola dan menjaga hutan lindung di Karimun sekitarnya.

Demikian H. Amran Sahidid SP saat dikonfirmasi diruang kerjanya belum lama ini. Dengan didampingi Kabid kehutanan dan perkebunan M. Arfan, Buya sapaan akrab dari H. Amran Sahidid SP pada media mengatakan sekitar 13.000 hektare hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan lindung akan diawasi secara maksimal oleh personil kehutanan pada kantor dinas yang dipimpinnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, bahwa selain untuk
memaksimalkan hasil pertanian seperti tanaman padi, sayur, buah buhan dan lain sebagainya, kami juga secara sadar secara tupoksi untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap hutan lindung agar kelestariannya tetap terjaga dan terawat sesuai harapan ; dan bukan saja itu lanjut Buya, kami juga melakukan pembinaan terhadap petani untuk meningkatkan swa sembada pangan dalam negeri. Terang Buya pada media penuh percaya diri.
.
Tampak serius Kadis Pertanian dan Kehutanan Kab. Karimun
 H. Amran Sahdid SP melakukan pengawasan dan pemantauan hutan lindung
Secara terpisah M Arfan menjelaskan kepada media bahwa sebagai Kepala Kantor KPH yang ditunjuk, saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik baiknya dalam hal pemantauan dan pengawasan hutan terutama di Smemal Kecamatan Meral Barat, yang lokasinya tidak jauh dari Balai Penyuluh Pertanian (B PP) di kelurahan Pasir panjang Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun.

Dalam melaksanakan tugas lanjut Arfan, ada 10 wilayah kelola yang telah ditetapkan. Diantaranya ialah hutan gungung jantan dan gunung betina, hutan Karimun anak, hutan pulau Combol, hutan pulau Panjang, hutan pulau Durian, hutan Tanjung batu, HPT Bakau Sugi, HPT Bakau Kundur Bawah dan Atas serta HPT Bakau Combol dengan luas keseluruhan 13.000 hektare.

“Berdasarkan undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, maka kita pun membentuk Kantor KPH, yang nantinya 10 titik wilayah kelola itu akan kita garap sehingga bermanfaat,” ujar pria yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan Distanhut Kabupaten Karimun itu bersemangat.

Dari beberapa titik sebagaimana disebutkan diatas, sebut Arfan, telah disiapkan perencanaan pengelolaan seperti membuat hutan karet seluas 250 hekhtare di lokasi Hutan Gunung Betina Smemal, kemudian di wisata Air Terjun Gunung Jantan akan dikelola namun masih mendudukkan persoalan tersebut bersama Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Karimun.

Masih menurut pria berdarah Sulawesi Kelahiran Tg Batu Kundur itu mengatakan, selain akan ada wisata sepeda di gunung jantan, sehingga setiap yang memasuki wilayah tersebut nantinya akan dipungut retribusi untuk pasokan daerah.

Sedangkan di pulau Durian, KPH merencanakan akan membuat instalasi air bersih, karena diwilayah perairan tersebut selalu dilewati kapal-kapal besar, sehingga akan berpotensi kepada bisnis air bersih untuk memenuhi kebutuhan pasokan air kekapal yang melintas disana,  ujar Arfan. Sedangkan dipulau panjang kata Arfan, akan dijadikan tempat pelestarian dan penangkaran penyu, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata domestic dan manca negara. Ujar Arfan mengakhiri. KNs Stenly Masie-Red.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...