Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Kamis, 05 Juni 2014

DISTANBUNHUT KAB KARIMUN TERAPKAN POLA PERTUMBUHAN EKONOMI BERBASIS KINERJA




H. AMRAN SYAHIDID SP

Kadis pertanian, perkebunan
dan kehutanan Kab.Karimun
Tg Balai Karimun / karimunnews.com  - Dinas pertanian, perkebunan dan kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Karimun Provinsi Kepri, sesuai specifikasi dibidangnya, terus lakukan upaya peningkatan ekonomi dari berbagai sector ril untuk mensejahtrakan rakyat negeri ini terutama masyarakat kabupaten Karimun sekitarnya, sebagaimana tertera pada alinea II 4 Azam kabupaten Karimun.

Kalau ditinjau dari luas wilayah Kabupaten Karimun dengan luas 912,75 KM2 dan jumlah penduduk sebanyak 259,388 jiwa, dengan potensi pertanian dan perkebunan menjadi skala prioritas, sekaligus sebagai factor pendukung pertumbuhan ekonomi menuju hidup sejahtra dan bahagia. Hal dimaksud, sehingga diperlukan spciikasi dalam obyek maupun sabyek untuk menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat seantero negeri ini, terutama di Provinsi Kepri khususnya Kabupaten Karimun yang terbentang luas untuk diolah sesuai kondisi daerah.


Keadaan itulah membuat
Kepala Dinas Pertanian, perkebunan dan kehutanan kabuaten Karimun H.Amran Syahidid, SP bersama jajaran, dari tahun ke tahun terus mengembangkan potensi daerah melalui sector pertanian dan perkebunan sehingga warga setempat, khususnya petani dapat beraktifitas untuk meningkatkan pendapatan perkapita menuju hidup sejahtra sesuai harapan dan keinginan bersama.

Hal itu dikatakan lanjut dia, karena tanah sesuai fungsinya untuk kesejahtraan sosial masyarakat sebesar besarnya sebagaimana diamanatkan melalui pasal 33 ayat 100 UUD Th. 1945 dan UU Pokok Agraria No. 5 Th 1960 tentang pokok pokok pertanahan. Demikian Buya, sapaan akrab yang melekat pada diri H.Amran Syahidid, SP dalam kesehariannya.
Dilain pihak, melihat banyaknya lahan terlantar dan/atau terbiar didaerah ini yang tidak dimanfaatkan, maka sebaiknya dapat diolah dan/atau diusahakan sesuai fungsinya sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat. Dan untuk pengolahan lahan sebagaimana dimaksud, tentunya tetap berpedoman kepada aturan hukum dan perundang undangan yang berlaku agar tidak menimbulkan permasalahan baru. Terang Amran saat dikonfirmasi Karimun News.com diruang kerjanya pada 4/6 - 2014.

Mengingat potensi pertanian didaerah ini masih terbentang luas untuk dikelolah sesuai kemampuan, maka selaku kepala Dinas pertanian, perkebunan dan kehutanan Kabupaten Karimun saya mengimbau dan mengajak agar masyarakat khususnya petani dapat berperan secara proaktif  melakukan aktifitas bercocok tanam sesuai pola dan bimbingan Tim penyuluh dari Dinas pertanian, perkebunan dan kehutanan Kabupaten Karimun-red).


Muhammad Affan
          Kabid kehutanan dan perkebunan
Selain Amran, M. Affan selaku Kabid kehutanan dan perkebunan saat dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan, langkah kami untuk memotifasi masyarakat adalah dengan merehablitasi hutan dan lahan tersedia sehingga membuat kondisi daerah menjadi tetap asri, dan kami juga melakukan peremajaan tanaman karet, kelapa dan jenis tanaman tumbuh lainnya agar menjadi tetap terawat dan berhasil guna untuk masyarakat sebagai sumber pendapatan. Terang Affan bersemangat.


Untuk mendapatkan pola perawatan sesuai harapan, maka kepada masyarakat petani dalam wilayah kerja selalu kami motivasi dan evaluasi dengan menerima masukan untuk solusi bila ada kendala teknis.

Secara blak blakan pada media kembali Affan menjelaskan, apa bila ada masyarakat yang menerima dana bantuan dari Pemkab Karimun untuk mengelolah pertanian seperti karet, kelapa dan atau jenis lainnya, maka diminta agar selalu berperan proaktif untuk memanfaatkan dana tersebut sesuai rencana.
Ditanya tentang proses slektifitas terhadap petani sebagaimana dimaksud, Affan mengatakan untuk slektifitas awal terhadap calon penerima dana bantuan dari pemerintah, itu dilakukan oleh perangkat desa dan kelurahan setempat dengan dibantu oleh pegawai penyuluh lapangan (PPL), ungkapnya mengakhiri. KNs. (Stenly Massie-Red)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...