Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Rabu, 02 Juli 2014

ANGKA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN KARIMUN TAHUN 2013 – 2014



Tampak : Majelis Hakim menyidangkan perkara

 gugatan cerai di Pengadilan Agama Tg Balai Karimun
Tg Balai Karimun KNs.

Sesuai kodrat dan taqdir Allah SWT, alam semesta ini dijadikan berpasang pasangan termasuk manusia selaku khalifatullah. Allah dan RasulNya Muhammad SAW menganjurkan kepada hamba/umatnya agar manusia yang telah dewasa/akil baligh, dianjurkan untuk berumah tangga sehingga kelak akan memperoleh keturunan (keturunan yang soleh-red).



Hal yang demikian itu, dan dalam perjalanan mahligai rumah tangga  tidak jarang selalu mengalami prahara antara lain permohonan cerai dan gugatan cerai, yang bertumpu di kantor Pengadilan Agama (PA) setempat.



Menelusuri permasalahan tersebut sehingga pada 2/7-014 Pimpinan Redaksi dan penanggung jawab portal berita Karimun News.com mendatangi
kantor Pengadilan Agama Kabupaten Karimun terletak di komplek perkantoran Bupati Karimun Jl Jenderal Sudirman Poros Kecamatan Meral, untuk wawancara terkait angka perceraian selama kurun waktu tahun 2013 – 2014.



Sesuai profesi yang diamanatkan oleh UU Pokok Pers No 40 Th 1999 tentang kebebasan Pers, sehingga pada kesempatan itu wartawan mengambil momen penting untuk publikasi media ternyata sedikit ada kesalah pahaman sehingga wartawan dipanggil kedalam ruang sidang oleh Ketua Majelis dan setelah dijelaskan duduk permasalahan, selanjutnya melakukan konfirmasi dengan salah seorang staf di kantor tersebut.

Tampak : Panitra Muda Hukum Pengadilan Agama Tg Balai Karimun H. Mahmud Syahroni HS,BA,SH. sedang memberi keterangan Pers pada wartawan KNs

Angka perceraian

Melalui Panitra muda hukum Pengadilan Agama Tg Balai Karimun H. Mahmud Syahroni HS, BA, SH. pada kesempatan itu dan untuk memulai pembicaraan mengatakan ; apa yang bisa kami bantu pak, sapahnya lembut pada media. Selanjutnya secara detail menjelaskan tentang angka perkara gugatan perceraian dan perkara permohonan sesuai data :

Angka perkara gugatan cerai dan permohonan untuk bercerai pada tahun 2013 sebanyak 516 perkara terdiri dari 387 perkara gugatan cerai dan 129 perkara permohonan untuk bercerai. Lebih lanjut dikatakan H. Syahroni bahwa selain total perkara yang masuk di PA. tahun 2013 dengan angka sebagaimana disebutkan diatas, juga ada perkara yang belum terselesaikan tahun sebelumnya (2012-red), sebanyak 82 perkara sehingga total keseluruhan menjadi 598 perkara yang kami selesaikan.

Adapun perkara tersebut, dengan rincian perkara gugatan (cerai gugat) sebanyak 294 perkara, atau setara dengan 57%.

Perkara cerai talaq sebanyak 89 perkara atau setara dengan 17,3 %.  Isbat nikah sebanyak 71 perkara dari warga Kecamatan Kundur kota, Kundur Barat dan Kundur Utara, dengan rincian cerai gugat sebanyak 294 perkara dan cerai talaq sebanyak 89 perkara atau setara dengan 13,8 % .

Lebih lanjut dijelaskan Ustazd yang dikenal ramah dan murah senyum itu pada media mengatakan, selain itu juga terjadi dispensasi nikah sebanyak 45 perkara. Kewarisan 7 perkara izin poligami 2 perkara, pengangkatan anak 4 perkara, nafkah anak, 1 perkara, pengesahan anak 1 perkara dan wali adol 2 perkara.

Secara terpisah dijelaskan Syahroni tentang pengertian wali adol adalah orang tua yang tidak merestui perkawinan anaknya karena berbagai alasan ; contoh  antara lain seperti calon suami sianak malas bekerja sehingga dikhawatirkan hubungan rumah tangga mereka tidak berkepanjangan, dan sebagainya.

Ditanya tentang alasan cerai, dia mengatakan ada beberapa alasan yang disampaikan pemohon saat berada di Pengadilan antara lain seperti “perselingkuhan, ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (Kdrt) ditinggal suami hingga berbulan bulan bahkan sampai tahunan tanpa ada berita.

Diakhir penjelasannya Ustazd Syahroni menambahkan, pada tahun 2014 ini permasalahan yang sudah kami tangani sebanyak 248 perkara dengan rincian, 248 perkara cerai gugat, permohonan hingga Juni ini 28 perkara. Tutup Syahroni. KNs.Red

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...