Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Sabtu, 02 Agustus 2014

MASYARAKAT DESAK BUPATI KARIMUN ATASI KELANGKAAN MINYAK SUBSIDI JENIS PREMIUM

 
Tg Balai Karimun KNs.

Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah kebutuhan Primer bagi masyarakat, yang apabila tidak terpenuhi maka akan mengganggu aktfitas kehidupan sehari-hari. Dikatakan demikian karena melalui kendaraan dengan menggunakan bahan bakar minyak, membuat olah gerak kendaraan dalam obyek maupun sebagai subyek kegiatan untuk kebutuhan prima. Begitu juga sebaliknya, apabila kendaraan tanpa BBM maka akan melumpuhkaan aktifitas warga secara mendunia untuk berkreasi.

Hal sebagainana dimaksud, dan saat ini tengah melanda warga Tg Balai Kabupaten Karimun  Provinsi Kepulauan Riau yang mengalami kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium, dan akhirnya terjadi lonjakan harga yang sangat mencekik leher mencapai 100 hingga 200  % dari harga sebelumnya.

Kondisi itu terjadi, maka masyarakat setempat desak Bupati Karimun DR.H.Nurdin Basirun S.Sos.M.Si untuk mengatasi kelangkaan BBM jenis premium sesuai kewenangan, agar tidak menimbulkan kegalauan dan kegusaran warga yang hidup secara hetrogen dan penuh kekondusifan di bumi ber-azam Kabupaten Karimun yang kita cintai ini.

Demikian sekretaris Laskar Merah Putih Kabaupaten Karimun Djupri Al Djaelani saat berstacktemen di Portal berita KarimunNews.com pada suatu kesempatan. Lebih lanjut dikatakan dia bahwa “kelangkaan
minyak jenis premium belakangan ini terjadi, saat warga Muslim sedang bersukaria di bulan Syawal 1435 H untuk mengunjungi keluarga serta sanak family dan handai tolan maupun  kerabat, setelah berpuasa di bulam Ramadan.

Melalui kondisi yang penuh kebahagiaan itu, ternyata secara tiba tiba tanpa diketahui penyebab pastinya, BBM di SPBU setempat berlokasi di Jl Poros Tg Balai Karimun itu dinyatakan habis. Permasalahanaa tersebut, tentunya membuat masyarakat dilanda rasa cemas dan was-was karena stok minyak benzin ditangki kendaraan mobil/honda yang mereka gunakan untuk berhari raya dikhawatirkan habis tentunya mereka akan pusing 7 keliling.

Permasalahan tersebut, ternyata benar sebagaimana seperti dialami oleh salah seorang warga seperti diungkapkan pada media mengatakan, saya bersama keluarga mau pergi mengunjungi saudara kami di Pasir panjang tetapi niat itu kami batalkan karena khawatir kehabisan minyak kendaraan di jalan. Dilain pihak diungkapkan dia lebih lanjut mengatakan, setelah melihat stok minyak di honda yang digunakan itu restan, maka akan dia beli di persimpangan jalan menuju jalan pulang ternyata membuata dia menjadi sangat terkejut mendenagar pemilik kios eceran BBM itu mengatakan, satu botol ini harganya 20 ribu rupiah.

Walaupun dengan harga melangit dan mencekik leher, terpaksa saya beli juga dari pada kendaraan ini kami dorong pulang kerumah. Ungkap sumber pasrah.  Selain itu, juga sumber lain pada media menyebutkan, bensin per botol aqua dipatok 20 ribu itu masih mending, kalau dibandingkan dengan kami beli di suatu tempat diseputaran Jl A. Yani dengan takaran yang sama tetapi harga yang dipatok oleh yang empunya sebesar 40 ribu r upiah ;sementara dari harga normal setelah kenaikan harga BBM setahun silam harga per liternya 6.500 rupiah jadi kalau seperti dijual sekarang ini normalnya 10 ribu rupiah. Ketus warga dengan nada kesal.

Naik 100 hingga 200 % dari harga sebelumnya
Minyak bensin seperti inilah dijual pedagang eceran
seharga 20.000 hingga 40.000 rupiah/botol aqua
 saat terjadi kelangkaan BBM di Karimun.
Setelah Pemerintahan SBY mengumumkan kenaikan harga BBM saat berkuasa, membuat masyarakat seakan dilanda prahara, namun hal yang lebih parah lagi, adalah kondisi yang melanda warga Karimun belakangan ini, karena stok minyak di stasiun pembelian bahan bakar umum (SPBU) terletak di jalan poros selalu mengalami kekosongan tanpa diketahui penyebab pastinya sehingga membuat pengecer menaikan harga bahan bakar jenis premium itu, diantara 100 % hingga 200 % dari harga sebelumnya.

Dimana peran aktif serta kekuasaan/dan kewenangan Bupati Karimun maupun Kepala Perusahaan daerah (Prusda) serta pimpinan instansi terkait lainnya untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kenaikan harga BBM di Tg Balai Karimun ? Ungkap warga pada media ini tanda tanya. Ungkap Al sapaan akrab dari nama lengkap Djupri Al Djaelani  tanda tanya  menirukan sumber pada portal berita.

Sumber lain yang layak dipercaya omongannya menyebutkan, kelangkaan minyak itu terjadi, karena lemahnya  pengawasan Tim Terpadu bentukan Bupati Karimun. Tim tepadu itu lanjut sumber, dibentuk berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Karimun yang digodok dengan harga mahal mencapai ratusan juta hingga Milyaran rupiah, ternyata pelaksanaan dilapangan semacam jalan ditempat sehingga para spekulan dan pihak yang tidak bertanggung jawab atas kelangsungan pembangunan bangsa dan negara secara nasional dan kedaerah negeri ini, sesuka hati melakukan aksi borong BBM selanjutnya untuk dijual kepada pihak ketiga dengan harga melambung tinggi.

Masih menurut sumber yang loyal terhadap kondisi daerah pada media mengatakan, dari hasil pantuan dan catatan yang saya miliki, mobil berbagai jenis dan merk keluar masuk di SPBU mengisi bahan bakar minyak terutama jenis premium itu, silih berganti hingga beberapa kali ; demikian juga dengan sepeda motor besar, tidak kurang dari 250 hingga 300 unit digunakan untuk mengisi BBM oleh pemilik sebanyak 4 kali sehari ulang ale di SPBU..
.
Diungkapkan sumber itu lagi mengatakan, dari hasil introgasu dengan diantara masyarakat setempat mengaku bahwa selama kami mengisi di SPBU itu, kami setor 5 ribu ; pengertiannya,  kalau kami isi pol teng dengana harga normal, misalnya Rp.100 ribu, maka kami harus bayar Rp.105.ribu. Ungkap sumber menirukan pengakuan warga. Sayangnya tanpa dijelaskan,sumber kepada siapa yang menerima uang setoran rutin 5 ribu rupiah/trip itu dan siapa-siapa saja yang mendapatkan cipratan dari hasil pungli dimaksud.

Secara lebih rinci diuraikan dia, bahwa kalau dalam satu hari, pemilik honda besar untuk mengangkut minyak premium itu menyetor 5 ribu ruiah x 300 honda = Rp.1.500.000 x 30 hari = Rp.45.juta. Itu baru kendaraan jenis honda, belum lagi mobil. Selaku masyarakat kata dia, kita tidak iri melihat aksi nekat itu hanya saja permasalahan yang terjadi sekarang ini adalah minyak bersubsidi untuk masyarakat kelas menengah kebawah itu kok dijadikan sumber pencarian dengan merampas hak masyarakat yang berhak mendapatkan program subsidi dari Pemerintah.

Pertanyaannya, yang melakukan aksi borong minyak dengan cara yang tidak wajar itu, apakah masyarakat ekonomi lemah kebawah, atau cukong dari pengusaha hitam berusaha mencari kekayaan memanfaatkan hak masyarakat eko nomi lemah untuk sumber penghidupan mereka ?

Agar hal itu tidak berlarut larut, maka Bupati Karimun diminta untuk mengatasi kelangkaan BBM melalui berbagai kebijalkan strategis sesuai kewenangan dan anggaran tersedia agar hal serupa tidak terulang kembali melanda warga sehingga masyarakat kembali lega tanpa ada rasa was-was. Tutup sumber. Tim Redaksi KNs.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...