Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Selasa, 28 Oktober 2014

PEMERINTAH DIMINTA SELEKTIF TERKAIT PEMBANGUNAN RUMAH IBADAH

Tampak Akmal Anggota LSM LPKP
 Cabang Kabupaten Karimun
Tg Balai Karimun-KNs. 
Selaku warga negara yang hidup dibumi Pancasila nusantara negeri ini, bebas memilih agama menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Adalah hak bagi setiap orang untuk mempertahankan agama dan kepercaayaan serta keyakinan sesuai agama yang dianutnya.

Kondisi/keadaan demikian itu, kalau ditinjau dari satu sisi, adalah privatisasi seseorang. tetapi dilain pihak pembangunan rumah ibadah juga perlu ditinjau secara selektif sesuai peraturan dan perundang undangan berlaku sehingga
tidak menuai predence buruk terhadap kinerja Pemerintah negeri ini karena dianggap kurang selektif memainkan peranannya dalam memantau dan menyeleksi bangunan rumah ibadah  dalam wilayah krja.

Demkian Akmal (63) warga Telaga Harapan/Kolong atas Kel. Sei Lakam Barat Kec.Karimun saat berbincang bincang dengan Pimpinan Redaksi Karimun News pada 27/10-2014 di Pujasera Mesir Jl. Pelabuhan KPK Tg Balai Karimun bersama beberapa rekan sejawatnya dalam acara santai sambil menikmati secangkir kopi disuguhkan pelayan Pujasera.

Melalui tatapan matanya yang berbingar-bingar kearah sebuah gedung bangunan permanen diduga untuk kegiatan peribadatan agama Budha/Konfucu oleh warga keturunan Tionghoa setempat, lalu dengan nada sedikit heran dia berkata “apa memang itu rumah ibadah jenis Toapekong, ya dan hampir dengan nada serempak dijawab oleh rekanan mengatakan iya.

Itulah yang saya katakan tadi, ungkap Akmal melanjutkan pembicaraan. Pemerintah kita kurang selektif.  Hal ini saya katakan karena coba lihat sendiri, diseputaran kita duduk ini saja sudah ada sedikitnya 3 atau 4 Toapekong yang jaraknya hanya sekitar belasan meter saja dari satu  Toapekong ke toapekong lainnya.

Mustahil dibangun lagi Toapekong yang hanya berjarak ± beberapa meter saja dari Toapekong yang ada disebelahnya itu. Tukasnya sambil menunjuk kearah bangunan bertingkat dipemukiman penduduk terletak dijantung kota Tg Balai Karimun itu penuh nada tanya.

Apakah mereka yang membangun gedung Toapekong bertingkat mencakar langit itu memiliki izin mendirikan bangunan dan persyaratan lainnya sesuaia peraturan dan perundangan undangan berlaku ? Hanya pihak panitia pembangunan dan aparat berwenang Pemerintah setempat sajalah yanag tahu.

Persyaratan mendirikan rumah ibadah :

Ketentuan dan peraturan tentang persyaratan untuk mendirikan rumah ibadah sebagaimana di maksud dalam surat keputusan bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Pasal 14 menjelaskan :

Persyaratan administrasi dan persyaratan teknis bangunan gedung selain memenuhi persyaratan khusus meliputi daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk/KTP warga selaku penduduk setempat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang.

Mendapatkan rekomendasi tertulis dari kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota dalam wilayah kerja. Memiliki Rekomendasi tertulis dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota setempat dalam wilayah kerja, selanjutnya membuat permohonan untuk mendirikan rumah ibadat bagaimana dimaksud, diajukan oleh panitia pembangunan kepada bupati/walikota untuk memdapatkan IMB .

Bupati/walikota memberikan keputusan terhadap permohonan yang diajukan, paling lambat 90 (sembilan puluh) hari sejak permohonan diajukan oleh pemohon. Pemerintah daerah memfasilitasi penyediaan lokasi baru bagi bangunan gedung rumah ibadat yang
telah memiliki IMB yang dipindahkan karena perubahan rencana tata ruang wilayah.

Mendirikan rumah ibadah didasarkan pada keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan/desa. Mendirikan rumah ibadah wajib menjaga kerukunan umat beragama. Dari persyaratan dan ketentuan sebagaimana disebutkan diatas, apakah bangunan rumah ibadah yang ada itu sudah memilki persyaratan sebagaimana diamanatkan melalui SKB Menteri ?

Dalam bincang bincang itu, lalu nyeletup salah seorang rekanan yang juga selaku pengurus LSM AKM (Asli Karimun Maju) pimpinan Rahimat Azhar mengatakan, kita bangga dengan prospek pembangunan  mencakar langit seperti yang kita saksikan sekarang, di Kabupaten Karimun ini tetapi dilain pihak, yang perlu digesah oleh Pemerintah adalah sistim pengawasan melekat dan controlisasi terpadu agar masyarakat tidak resah akibat beberapa hal antara lain.

Rumah tokok (Ruko) bertingkat dengan berbagai prospek pemanfaatannya adalah hak seseorang, tetapi permasalahannya bagaimana dengan status izin yang dimiliki dan bagaimana pula dengan pajak bangunan yang dibayar oleh pemilik bangunan kepada Pemerintah daerah dan negara di NKRI negeri ini ?

Artinya terkadang kala diatas bangunan ruko bertingkat itu, terdapat manfaat ganda ; dilantai dasar dijadikan tempat jualan/Toko sekaligus tempat tinggal, kemudian dilantai berikutnya dijadikan tempat usaha penangkaranrang sawallet. Bagaimana dengan status IMB yang diberikan instansi terkait ? Apakah retribusi bangunannya itu, hanya dihitung satu lantai, atau global.

Dari kondisi perizinan diduga remang remang, maka selaku warga menghimbau kepada Bupati Karimun untuk melihat dan memperhatikan secara jeli melalui kacamata selaku orang nomor satu di Karimun kota ber azam itu agar pasokan dari dari sisi IMB menjadi signifikan sesuai harapan..

Satu hal lagi yang perlu dierhatikan oleh aparat berkompeten setempat, pinta warga karena di Pujasera ini pengunjung/masyarakat yang datang untuk santai sambil belanja minuman jenis kopi O’ dan makanan yang disuguhkan pedagang,dalam keadaan terbuka, juga menjadi perhatian serius oleh pak Bupati Nurdin Basirun.

Hal ini saya katakan ungkap sumber karena kita khewatirkan karena ruko yang dibangun oleh pemilik kebanyakan dijadikan sarang burung wallet sehingga tidak sedikit burung layang layang yang berterbangan diatas langit kalau kalau makanan dan minuman terbuka itu terkena najis burung.  Tutup sumber seraya berharap agar jati dirinya tidak ditulis di portal berita Karimun News.Com. Ujang Gogo.
Editor : M. Mansyur Witak     

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...