Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Sabtu, 08 November 2014

DIMINTA KEJAKSAAN PERIKSA KADIS PERINDAG DAN UKM TERKAIT JUAL BELI LAPAK

pasar
Gambar Pasar Puan Maimun
Tg Balai Karimun - Karimunnews.com

Pasar puan maimun yang dibanggakan oleh masyarakat Kabupaten Karimun dibangun dengan menggunakan anggaran dari APBD Karimun tahun 2010 sebesar 3.9 Miliar dan dari APBD Karimun tahun 2011 sekitar 5.3 Miliar rupiah. Pasar tersebut digunakan bagi relokasi kepada pedagang tradisional yang berada di Puakang.  Baru dua bulan beroperasi Pasar puan maimun yang terletak di kolong Sungai Lakam kecamatan Karimun sudah mulai berulah.

Forum Bersama Laskar Merah Putih  (FB-LMP) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Balai Karimun dengan tujuan melaporkan adanya dugaan praktek jual beli kios dan lapak di Pasar Puan Maimun, yang dikelola oleh oknum yang mengatasnamakan pengelola pasar dengan tarif mulai dari  Rp10 juta sampai Rp20 juta untuk kios dan Rp5 juta sampai Rp7,5 juta untuk meja atau lapak. Jual beli lapak meja bagi pedagang pasar Puan Maimun oleh seseorang yang diduga sebagai makelar jual beli lapak.

laporan FB-LMP No 005/KRM/MC-LMP/IX/2014, melaporkan tentang carut-marut pengelolaan pasar Puan Maimun telah dimanfaatkan oleh oknum dan pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi, kelompok dengan menjanjikan pedagang mendapatkan kios atau lapak.

"Kami sangat prihatin dan kecewa dengan jual beli itu, karena pihak pengelola tidak mengambil suatu tindakan tegas, seolah-olah menutup mata. Semestinya pihak pengelola melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Namun tidak juga ada tindakan yang dilakukan terhadap oknum si penjual yang berdasarkan investigasi diketahui bernama Irfan". "Hasil identifikasi dan temuan kami, Irvan bekerja tidak sendiri. Karena dari bukti kwitansi pembayaran yang kami dapatkan dari pedagang dan diketahui oleh pengelola pasar dan ada indikasi penyalahgunaan wewenang," terang Djufrial Sekjend Laskar Merah Putih.  

Sementara itu, ketua LSM Gabungan Putra Karimun Kundur (GP2K) Jumadi, meminta kejaksaan Negeri Karimun, agar dapat memeriksa Kadisperindag dan UKM HM Hasby, terkait adanya jual beli lapak meja pedagang pasar Pauan Maimun. Karena pemindahan relokasi pedagang dibawah Dinas perindag UKM, masuknya persoalan jual beli lapak ke ranah Tipikor. Didasari adanya dugaan gratifikasi serta melakukan pembiaran terhadap terjadinya jual beli lapak meja oleh oknum diduga makelar jual beli lapak meja pedagang pasar Puan Maimun, yang terindikasi melibatkan oknum Disperindag dan UKM, ujarnya. Selain itu ungkap jumadi, kondisi pasar puan maimun saat ini sangat jorok tidak ada pembuangan air sehingga air tergenang di bawah meja penjual ikan sehingga menimbulkan bau busuk. Hal itu sangat memperihatinkan, ungkap Jumadi kepada awak media. (STANLY MASSIE)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...