Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Rabu, 26 November 2014

JON HENDRI MENINGGAL DUNIA



Tg Balai Karimun - KNs.
Jon Hendri (43) Th. warga desa Pangke Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun diketahui tak bernyawa lagi oleh warga sekitar Jl.Poros/lokasinya tak jauh dari bangunan gedung Among Mitro akibat gantung diri pada 24/11 sekitar pukul 1 siang WIB sedangkan penyebab kematian secara tragis itu masih misteri.

Kasus tersebut langsung ditangani pihak Kepolisian Polres Karimun selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUD Karimun untuk diotopsi. Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun tim medis.

Pantauan Karimun News di kamar jenazah RSUD dan
sempat berbincang bincang dengan Yuliana Saragi istri Jon Hendri almarhum. Pada media Yuliana mengatakan “saya baru pulang dari kampung suami saya di Pariaman-Sumbar setelah 3 minggu beradaa disana.

Begitu saya sampai di Karimun, lalu ada informasi mengatakan ada sesosokk mayat laki laki ditemukan gantung diri, bernama Jon Hendri dan jenazahnya saat ini berada di rumah sakit poros.

Untuk memastikan informasi tersebut maka saya langsung menuju rumah sakit Poros (RSUD Karimun-red) dan setelah saya saksikan secara langsung, akhirnya membuat saya menjadi sangat terkejut melihat mayat yang terbujur kaku tersebut adalah Jon Hendri almarhum suami saya. Ungkap Yuliana dengan nada sedih dan pasrah menghadapi musibah itu.

Saat ditanya siapa yang menginformasikan pertama pada anda tentang kasus kematian suaminya namun Yuliana masih diselimuti rasa duka dan haru itu enggan membeberkan sumber informasi tersebut. Lebih lanjut perempuan berdarah Batak itu, mengaku baru menikah dengan Jon Hendri satu tahun yang lalu dan belum dikaruniahi keturunan terkecuali memiliki 2 (Dua) orang anak tiri masing masing bernama Regi 14 Th Kls 3 SMP dan Arin adiknya 9 Th  Kls 3 SD. Beber dia.
Terus terang, selama berumah tangga, kami selalu akur ; contohnya selama saya di kampung, dia selalu nelpon agar saya cepat pulang ke Karimun ; berarti kami baik baik saja. Kilahnya tanpa dalih untuk meyakinkan publik.

Tampak hadir diruang jenazah RSUD Karimun antara lain, Ketua paguyuban daerah Pariaman Sumbar di Karimun “Amrizal alias Alen serta diantara keluarga almarhum dan juga beberapa karyawan dari PT. Saipem Indonesia selaku rekan kerja almarhum semasa hidupnya, untuk menyaksikan terakhirkalinya mayat terbaring kaku diruang jenazah selanjutnya dibawa kerumah duka di Paya Labu untuk dimakamkan.

Ketrangan sumber :

Sudji Atmoko “orang tua angkat almarhum, saat ditemui media diseputar kamar jenazah RSUD Karimun mengatakan bahwa Jon Hendri dalam kesehariannya, bekerja selaku karyawan PT Saipem Indonesia di desa Pangke Barat Kabupaten Karimun. Memang dia bersama istrinya mengontrak rumah ditempat kam dikampung Suka Maju/Paya Labu, sekitar satu tahun yang lalu dan mereka menganggap saya  dan istri saya, sudah menjadi orang tua angkat mereka sehingga ada hal hal yang perlu curhat/, mereka selalu curhat, atau konsultasi kepada saya dan istri saya. Terang Udji.

Dijelaskan Udji menirukan pembicaraan istrinya mengatakan, pada ± jam 04 dini hari tadi, dia melihat anak angkatnya itu bangun lalu pamit katanya mau ke Batam jadi pagi pagi saya harus bangun mak turun ke Balai (Pusat ibu kota Kabupaten Karimun-red) kemudian istri saya bilang kenapa buru buru, apa gak minum dulu, tetapi dijawab dia, nanti  saja minum di Balai.

Semacam ada firasat saya ungkap Udji selaku sesepuh/Tokoh masyarakat setempat daerah itu mengatakan, pasti ada sesuatu yang mau dia sampaikan kepada saya tetapi karena saya masih tidur sehingga dia tidak berani membangunkan saya langsung dia pergi dari rumah, ternyata dia pamit untuk pergi dari rumah itu, untuk selama lamanya. Kenang Udji penuh haru.

Diakhir penjelasannya, Sudji Atmoko berharap kepada aparat Kepolisian Polres Karimun untuk membongkar misteri kematian Jon Hendri secara tragis itu, sebagai upaya penegakkan supremasi hukum dinegeri ini sebagaimana diamanatkan oleh Undang undang dinegara ber azaskan hukum negeri ini.
KNs. Stenly Massie. Editor M. Mansyur Witak
 

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...