Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Senin, 22 Desember 2014

Polsek Tanjung Balai Razia Miras Menyambut Natal dan Tahun Baru 2015

 
Polsek Tanjung Balai Razia Miras
Karimunnews.com

Jajaran Polsek Tanjungbalai menyita minuman keras (miras) golongan B berbagai merek saat digelarnya razia penyakit masyarakat (pekat),  miras tersebut disita dari empat lokasi penjual minuman di Jalan Trikora, Tanjungbalai Karimun.

Kapolsek Tanjungbalai Kompol Yerlisaf kepada awak media, mengatakan, penyitaan minuman keras berbagai merek mulai dari arak cap ginseng, arak putih merek SL dan arak putih merek serba lancar tersebut bagian dari operasi pekat menyambut perayaan Natal dan tahun baru 2015.
"Operasi dimulai dari Jalan Trikora, Tanjungbalai Karimun yang diawali dari

penggeledahan terhadap empat kios, dari penggeledahan itu anggota kami berhasil menyita  minuman keras golongan B berbagai merek tanpa izin. Namun, ketika operasi dilanjutkan anggota tidak menemukan miras lagi. Mungkin mereka sudah menyampaikan ada razia ke kios lainnya," kata Yerlisaf.

Kata Yerlisaf, minuman keras yang disita saat dilakukan operasi pekat tersebut semuanya tidak memiliki izin. Selain itu, penyitaan minuman keras adalah untuk mengantisipasi tindakan kriminal seperti perkelahian ataupun keributan antar orang maupun sekelompok orang, dan juga menimbulkan konflik ditengah masyarakat.

"Tujuan dilakukan operasi pekat dengan menyita miras tersebut adalah untuk mengantisipasi tindakan kriminal ditengah masyarakat. Karena, perbuatan kriminal seperti perkelahian berawal dari minuma keras. Setelah orang maupun sekelompok orang menenggak minuman keras, maka dirinya tak bisa mengontrol diri hingga sering berujung pada tindakan kriminal," jelasnya lagi.

Dari seluruh miras yang disita tersebut tak satupun yang ditemukan miras oplosan, semuanya miras keluaran pabrik namun tidak memiliki izin penjualan. "Dari hasil operasi yang kami lakukan, di Karimun ini belum ditemukan miras dalam bentuk oplosan, semuanya miras keluaran pabrik," terang Yerlisaf lagi.

Untuk saat ini, kata Yerlisaf lagi, pihaknya hanya baru bisa menyita miras tersebut, dan belum bisa menindak penjual minuman itu sendiri, karena di Kabupaten Karimun belum ada peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang miras. "Kalau sudah ada perda, maka penjual yang tidak memiliki izin akan dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring)," Kata Yerlisaf. (stanly)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...