Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Jumat, 02 Januari 2015

KAPOLRES KARIMUN DIMINTA SIASATI DANA DKTM PULUHAN MILYAR DI PT BMI

ilustrasi Tambang minerba
Inilah lokasi tambang didesa Ngal Kec. Ungar Kab. Karimun
Tg Balai Karimun-KNs
Setidaknya dana kepedulian terhadap masyarakat (DKTM) sebesar Rp.27,1 Miliar dari perusahaan tambang bauksit milik PT Bukit Merah Indah (BMI) untuk warga desa Ngal kecamatan Ungar dan desa Sanglar kecamatan Durai Kabupaten Karimun, sudah mereka terima “ternyata terhitung sejak tahun 2011 sampai saat ini belum juga dikucurkan perusahaan tanpa diketahui alasan yang pasti.

Dana kepedulian terhadap masyarakat  adalah kewajiban perusahaan terhadap lingkungan diarea tambang, tetapi ironisnya selama ± 4 tahun terakhir ini, hak kami tidak dibayar oleh managemen perusahaan ; untuk itu maka kami minta kepada Kapolres Karimun untuk mensiasati permasalahan tersebut sehingga dana puluhan miliar menjadi hak kami dapat kami terima sesuai prosedur berlaku.

Demikian Salim, kuasa pengurus dari warga
dua desa tersebut member penjelasan kepada media. Dijelaskannya bahwa dana kepedulian perusahaan tambang terhadap mayarakat itu, adalah menjadi kewajiban perusahaan yang seyogyanya sudah diberikan kepada masyarakat karena menyangkut hak sesuai amanat UU No.4 Th 2009 tentang Minerba. Diuraikannya bahwa pada pasal 108 dengan  jelas disebutkan “Pemegang IUP dan IUPK wajib menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana diatur pada ayat 1 UU Minerba.

Tentang dana nominal DKTM diberikan perusahaan kepada masyarakat, adalah bersumber dari  total ekspor dengan nilai presentase sebesar Rp.2.500 per metric ton sehingga selama ± 4 tahun PT BMI melakukan ekploitasi bauksit di desa Ngal dan desa Sanglar dengan total ekspor sebesar 10.857.532 matric ton dengan rincian desa Ngal sebanyak 5.803.977 matric ton dan desa Sanglar sebanyak 5.053.555 matric ton sehingga total dana kepedulian terhadap masyarakat selama PT BMI mengekploitasi di dua desa tersebut sejak tahun 2011 sampai perusahaan tutup,  adalah sebesar Rp.27,1 miliar.

Permasalahan yang terjadi sekarang adalah Managemen perusahaan tidak memberikan hak masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh undang undang sehingga pihaknya berkonsultasi untuk minta penjelasan dari Distamben Karimun  juga kepada Ketua Tim Konsultasi dan Pengawasan (TKM) R Hadimi SH.

Hasil pertemuan antara managamen PT. BMI, Distamben dan masyarakat selanjutnya pihak perusahaan mengatakan, permasalahan DKTM kami sudah beri konpensasi kepada masyarakat yang didalamnya termasuk dana kepedulian terhadap masyarakat. Dalih perusahaan sebagaimana ditirukan Salim pada media.

Menurut keterangan sebuah sumber yang layak diercaya mnyebutkan, kalau dana DKTM dari PT BMI menjadi hak masyarakat desa Ngal dan Sanglar itu sudah dicairkan Rp 800 juta tetapi dialihkan untuk proyek listrik tenaga surya di Jl lingkar/costal area oleh pihak dinas pertambangan kabupaten Karimun pimpinan Alwi Hasan.

Seperti dilangsir sebuah harian ternama terbitan local menyebutkan, terkait permasalahan dana DKTM dialihkan oleh Distamben Karimun untuk pembangunan proyek listrik tenaga surya, dan halnya menurut Kabid pengawasan Distamben Harlita secara singkat menyebutkan permasalahan DKTM untuk masyarakat desa Ngal dan desa Sanglar itu sudah kami surati managemen PT BMI sejak tahun 2011 yang intinya agar perusahaan membayarkan hak masyarakat, taapi sayangnya Harlita tidak memberi penjelasan secara detail karena akan menghadiri rapat di kantor Bupati Karimun. Kilahnya mengakhiri. 
KNs. Stenly Massie. Editor M. Mansyur Witak

1 komentar:

R.Hadimi, S.H mengatakan...

Tim Konsultasi dan Pengawasan telah 4(empat) kali rapat dengan pimpinan PT.BMI baik di Kantor Distamben, Tg.Pinang dan Tg.Batu Kundur, namun apa yang kita minta yaitu data jumlah dana CD maupun berapa yang sudah direalisasikan baik CD maupun Kompensasi namun sampai saat ini PT.BMI belum melaporkan secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan CD PT.BMI kepada Tim Konsultasi dan Pengawasan CD Kabupaten Karimun.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...