Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Senin, 26 Januari 2015

Penyelundup Minyak Mentah di Tangkap Petugas Patroli Bea & Cukai Karimun

I:\Tampak Kapal Penyeludupan Minyak Ilegal yang ditangkap oleh Patroli BC Karimun.jpg
Tg Balai Karimun KNs.
Sebuah motor tanker L. Power GT. No Register 758/IMO 9142021 asal Tanjung Keling/Malaysia tujuan Batam, Provinsi Kepri yang mengangkut minyak mentah senilai Rp 5 miliar, berhasil ditangkap dan diamankan  petugas patroli DJBC Kanwil khusus Kepri di Meral.

Motor tanker L. Power berbendera Indonesia itu saat ditangkap di perairan tokong hiu kecil dengan posisi  LU. 01-16-800 dan BT.103-22-000. Demikian Kabid Penindakan dan penegahan Sarana Operasi Kanwil Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantio saat menyampaikan pidato pengantar keberhasilan Dirjen Bea dan Cukai Kanwil khusus Kepri dihadapan Ka.Kanwil dan tamu undangan lainnya saat konfrensi Pers digelar pada 22/1-2015 di pelabuhan ketapang milik Kanwilsus BC setempat.

Raden Evy dalam laporannya menyebutkan, atas kejelihan petugas patroli yang
melakukan tugas patroli  rutin dilaut, dan akhirnya kapal BC dengan nomor sery 15034 berhasil  menangkap kapal tanker L. Power tersebut dengan muatan light crude oil atau minyak mentah berkisar 600.000 liter, asal Tanjung Keling, Malaysia tujuan Batam, Provinsi Kepri. Ungkap Evy sapaan akrab Raden Evy Suhartantio memuji kinerja dan keberhasilan anak buahnya.

Diungkapkan dia lebih lanjut bahwa "Tim patroli berhasil menghentikan armada yang menyelundupkan minyak mentah tersebut, walaupun awalnya kapal dan muatannya  itu berusaha kabur, dan setelah berhasil dilumpuhkam ternyata baik kapal tanker maupun crew kapal tidak memiliki dokumen,terang Evy.

Secara terpisah Kabid Penyidikan DJBC Kanwil Khusus Kepri Budi Santoso menyebutkan, terhadap penyelundupan dengan modus terbilang canggih serta unik tersebut sudah dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan UU Kepabeanan, dan dari hasil pemeriksaan terkait kasus tersebut dan diantara mereka   sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait kasus pelanggaran UU Kepabeanan sebagaimana diatur melalui Pasal 102 huruf (a) UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar,"Terhadap nahkoda MT L. Power berinisial Z serta Chief Officer berinisial M sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan sebanyak 9 orang ABK-nya masih berstatus sebagai saksi.

Sebelumnya dihari yang sama, Kanwil DJBC Khusus Kepri bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun  memusnahkan bawang merah lebih kurang 74 ton dengan cara dilindaskan menguanakan alat berat, yang ditangkap dari 4 kapal penyelundupan, yakni KM. Tanpa Nama, KM. Dokoh Jaya III, KM. Hamirol Jaya dan KM. Cahay Berkah.

Dalam pemusnahan komuditas yang melanggar UU Kepabeanan serta UU Karantina tersebut juga dihadiri Ka Kanwil DJBC Khusus Kepri, Hary Budi Wicakson, Wakapolres Karimun, Kompol Indra Pramana serta kepala pengadilan negeri Karimun dan kapolsek Meral.(STANLY)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...