Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Kamis, 02 April 2015

KARIMUN DALAM SEJARAH

Home / Pro Karimun & Natuna / Karimun Bisa Suplai Listrik ke Malaysia
Bupati Karimun Dr. Nurdin Basirun
menanda tangani sebuah prasasti ( Photo Net)
Tg Balai Karimun - karimunnews.com
Berdasarkan Undang undang No 53 Th 1999 tentang Otonomi daerah, sehingga kecamatan Karimun dalam wilayah kerja kabupaten kepulauan Riau di Tg Pinang, dimekarkan menjadi kabupaten Karimun secara devinitif dengan ibu kotanya Tg Balai karimun. Awalnya kabupaten hasil pemekaran itu hanya memiliki 3 kecamatan yakni Karimun, Moro dan kecamatan Kundur.

Akan tetapi sehubungan dengan laju petumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan dalam arti positif sehingga saat ini kabupaten Karimun memiliki 12 kecamatan diantaranya adalah kecamatan Durai dengan ibu kotanya Durai, kecamatan Moro dengan ibu kotanya Moro Kecamatan Kundur dengan ibu kotanya Tg Batu, kecamatan Kundur Barat dengan ibu kotanya Sawang, kecamatan Kundur Utara dengan ibu kotanya Tg Berlian, d/h Urung-red, kecamatan Belat dengan ibu kotanya Belat, kecamatan Ungar dengan ibu kotanya Sei Ungar kecamatan Buru dengan ibukotanya Buru, kecamatan Karimun dengan ibu kotanya Tg Balai, kecamatan Meral dengan ibu kotanya Meral, kecamatan Meral Barat dengan ibu kotanya Pasir panjang, dan kecamatan Tebing, ibu kotanya Tebing.


http://i874.photobucket.com/albums/ab302/dkpkarimun/1_map_karimun_3-1.jpg
Inilah peta wilayah kabupaten Karimun setelah pemekaran

Luas wilayah kaabupaten Karimun, 912,75 KM2 dalam kordinat : 00o50’25” LU-01o20’20” LS,03o31’20” BB 102’51’15”BT. dengan totsl penduduk sebanyak 212,561 jiwa. Posisi daerah itu, berbatasan langsung dengan dua negara tetangga yakni Singapore dan Malaysia yang dapat ditempuh menggunakan sarana kapal laut ± 1 setengah jam sehingga membuat warga tempatan selalu berkunjung kemanca negera, demikian sebaliknya untuk tujuan tertentu dalam arti positif.   

Untuk diketahui public bahwa yang menjabat Bupati Karimun perdana saat itu adalah Drs H M.Sani dan wakilnya Nurdin Basirun. Dalam pertarungan politik dan perjalanan karir, bupati Karimun M. Sani masuk dalam bursa calon wakil Gubernur Kepri berpasangaan dengan Drs. H. Ismeth Abdullah, selanjutnya pada pemilu kada berikutnya, Sani mencalonkan mencalonkan diri menjadi Gubernur Kepri berpasangan dengan DR. Suryo Respationo hingga saat ini ; sedangkan bupati Karimun setelah Sani, dijabat oleh H.Nurdin Basirun S.Sos M.Si berpasangan dengan H. Aunur Rafiq S.Sos M.Si.   

Bahwa Karimun Dahulu, berada di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya hingga keruntuhannya dan pada abad ke-13, saat itu pengaruh agama Budha mulai masuk. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti di Desa Pasir Panjang. Pada masa itu disebutkan Karimun sering dilalui kapal-kapal dagang hingga pengaruh Kerajaan Malaka (Islam) mulai masuk pada tahun 1414.

Tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis, saat itu Sultan Mansyur Syah yang memerintah memberi larangan pada keturunan raja-raja untuk tinggal di Malaka, dan mendirikan kerajaan-kerajaan kecil, lalu muncullah kerajaan Indrasakti, Indrapura, Indragiri, dan Indrapuri. Sementara itu banyak rakyat Malaka yang tinggal berpencar di pulau-pulau yang berada di Kepulauan Riau termasuk Pulau Karimun.

Sejak kejatuhan Malaka dan digantikan perannya oleh kerajaan Johor, Karimun dijadikan basis kekuatan angkatan laut untuk menentang Portugis sejak masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah I (1518-1521) hingga Sultan Ala Jala Abdul Jalil Ri’ayat Syah (1559-1591).
Pada kurun waktu 1722-1784, Karimun berada dalam kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga dan pada masa itu daerah Karimun, terutama Kundur dikenal sebagai penghasil gambir dan penghasil tambang (seperti : timah, granit, dll) dan Karimun berkembang menjadi daerah perdagangan serta mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Raja Ali Haji.
Jauh sebelum ditandatanganinya Treaty of London, Kerajaan Riau-Lingga dan Kerajaan Melayu dilebur menjadi satu sehingga semakin kuat dengan wilayah kekuasaan meliputi Kepulauan Riau, daerah Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir. Setelah Sultan Riau meninggal pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai District Thoarden untuk daerah yang besar dan Onder District Thoarden untuk daerah yang agak kecil. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyatukan wilayah Riau-Lingga dengan Indragiri untuk dijadikan sebuah karesidenan yang dibagi menjadi 2 (dua) Afdelling, yaitu : Afdelling Tanjungpinang dan Afdelling Indragiri.
Berdasarkan Surat Keputusan delegasi Republik Indonesia, provinsi Sumatera Tengah tanggal 18 Mei 1950 No. 9/Deprt. menggabungkan diri ke dalam Republik Indonesia dan Kepulauan Riau diberi status daerah Otonom Tingkat II yang dikepalai oleh Bupati sebagai kepala daerah.
Kemudian berdasarkan Surat Keputusan No. 26/K/1965 dengan mempedomani Instruksi Gubernur Riau tanggal 10 Februari 1964 No. 524/A/1964 dan Instruksi No. 16/V/1964 dan Surat Keputusan Gubernur Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP/247/5/1965, tanggal 15 November 1965 No. UP/256/5/1965 menetapkan terhitung mulai 1 Januari 1966 semua daerah administratif kawedanan dihapuskan

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...