Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Jumat, 07 Agustus 2015

Capt Din : Pencalonan Darwis Sebagai “Boneka” Bukan Aspirasi Kader Gerinda

H Zainudin Ahmad Alias Capt Udin Anggota DPRD Karimun Dari Partai Gerindra @halokarimun 2015
H Zainudin Ahmad
Anggota DPRD Karimun Dari Partai Gerindra

Tg Balai Karimun, KNs.
Sejatinya Pilkada yang merupakan ajang demokrasi lima tahunan adalah puncak supremasi demokrasi dan hak-hak politik rakyat yang harus di hormati dan dihargai, namun kenyataannya hak-hak rakyat telah di rampas oleh segelintir orang dari pengurus partai politik itu sendiri.
Hal ini di katakan politisi senior yang juga anggota DPRD Karimun H Zainudin Ahmad atau selalu akrab disapa Capt Din kepala KNs.com Selasa (04/08/2015). Dikatakannya bahwa saya sangat menyayangkan pembajakan politik serta perampasan hak-hak politik yang dilakukan oleh Ketua DPC Partai Gerinda Kabupaten Karimun bersama dengan Darwin itu, adalah kejahatan politik.Ungkapnya dengan nada kesal.
Lebih lanjut diungkapkan dia, “Ini jelas perampasan hak politik rakyat dan pembajakan nilai demokrasi utamanya para Kader Partai Gerindra Kabupaten Karimun. Oleh karenanya maka saat ini kita telah siapkan surat “Mosi Tidak Percaya terhadap DPC Partai Gerindra, ditujukan kepada Bapak Letjen TNI(Purn) Prabowo Subiyanto selaku Ketua Umum
DPP Partai Gerindra di Jakarta,” tutur Capt Udin member penjalasan kepada media.
Hal ini kita lakukan ungkapnya, adalah untuk menindak lanjuti kinerja Pengurus DPC Partai Gerinda Kabupaten Karimun yang  selama ini dinilai arogan  dan  menjalankan roda partai tidak  sebagaimana mestinya, maka kami  dari  Pimpinan Anak Cabang (PAC ) Partai Gerindra    Se -Kabupaten Karimun,  melakukan Mosi tidak percaya atas kepemimpinan yang dilakukan oleh  Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Karimun dan sekaligus memohon dengan sangat  kepada  Bapak Ketua Umum DPP Partai Gerindra  kiranya dapat membuat Surat Keputusan (SK) pelaksanaan  Musyawarah Daerah (MUSDA)  Kabupaten Karimun dan besar  harapan kami Kepada Bapak Ketua Umum Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto  agar dapat meninjau ulang penerbitan  SK  dan menarik kembali SK  terkait  dengan pencalonan Bupati/ wakil Bupati Karimun periode 2015-2020 yang diberikan kepada Muhammad Darwis  sebagai calon Wakil Bupati Kairmun.
Sebagai bahan llaporan kami kepada bapak, bahwa sesuai  Informasi beredar di masyarakat bahwa surat rekomendari dari Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto​ kepada Calon Bupati/wakil Bupati Karimun  dari Partai Gerindra kepada Darwis terindikasi Palsu.Secara tatanan politik khususnya ditubuh Parpol Gerindra, dengan merujuk kepada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) serta Peraturan Partai bahwa pencalonan Darwis tersebut tidak sah dan cacat secara hukum,” ujar Capt Udin lagi.
Diterankan dia tentang hasil rapat Kerja Musyawarah Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Karimun di Hotel Gembira Tanjungbatu Kundur/Kepulauan Riau, yang diikuti oleh beberapa PAC Partai Gerindra, Partai Gerindra hanya mendukung 3 (tiga) nama calon Bupati/wakil Bupati Karimun yakni Zainuddin Ahmad dan Zaijulfikar sebagai kader terbaik Partai Gerindra dan  Abdul Malik dari simpatisan Partai Gerindra.
“Lalu  dalam Pengusungan Calon Bupati Karimun yang di ajukan oleh Partai Gerindra ke KPUD setempat (Kabupaten Karimun-red) justru nama Ahmad Darwis dimana saat itu posisinya hanyalah sebagai Ketua Penjaringan, juga  tanpa melalui mekanisme Partai dan tidak memiliki SK ; dan panitia penjaringan ini belum dibubarkan.
Ini merupakan salah satu bentuk pembohongan terhadap pengurus PAC Partai Gerindra di DPC Gerindra Kabupaten Karimun. Diterangkannya bahwa Ahmad  Darwis tidak  pernah mendaftar kan diri ke  Partai Gerindra untuk menjadi calon     Bupati/Wakil Bupati Karimun Periode 2015-2020 sampai batas waktu pendaftaran, atau sudah direkayasa,  sehingga ini juga menjadi salah satu dugaan bahwa  Partai Gerindra sebagai pengusung “Bakal calon Bupati Boneka”.

“Kita tau bahwa partai Gerindra adalah Partai besar dan berkualitas dididirikan oleh  salah satu Putra  terbaik bangsa ini yaitu Bapak Letjen  TNI (purn) Prabowo Subianto,  sehingga dan seharusnya  Partai Gerindra memilih kader menjadi bakal calon Bupati dan/atau bakal calon wakil Bupati dinegeri ini harus jelas kredibilitasnya baik di masyarakat maupun di Partai politik Gerindra  itu sendiri ; tetapi kenyataannya sekarang, Partai Gerindra  kabupaten Karimun hanya  mengusung calon yang  pada saat Pemilu  Legislatif  2014 suaranya  hanya  berkisar 176  suara dan tidak lebih dari 200 suara,” ucap Capt Din mengakhiri komentarnya pada media. Redaksi KNs.com : Sumber Berita Halo Karimun.com

1 komentar:

R.Hadimi, S.H mengatakan...

Begilah permainan elit Partai di Kabupaten Karimun yang masih berkoalisi dengan penguasa, rupanya mau mengulang 5 tahun yang lalu dimana semua partai ramai-ramai mendukung salah satu pasangan calon sehingga calon laiannya tak dapat kenderaan untuk mencalonkan diri. Rupanya Pilkada tahun ini mau diulang seperti tahun yg lalu semua partai ramai-ramai mendukung salalah satu pasangan dan yang akan dipakai untuk calon bayangan (BONEKA) tambal sulam dipengaruhi oleh Keputusan MK.
Dengan pengaruh keputusan MK, maka calon bayangan mengundurkan diri, diambillah dengan asal Comot pasangan yang tak berkualitas alias Abal-abal. Anehnya lagi pasangan yg diambil malah ketua penyaringan disalah satu partai besar. kenapa aneh calon yg mendaptarkan diri dari Partai yg bersangkutan tak diakomodir , ini ada apa???Kasar nian permainan,,
Hal ini yang berkembang dimasyarakat baik calon yang memborong partai maupun pasangan Boneka dan Pimpinan Partai di Karimun menuai citra buruk dari masyarakat, jangan-jangan ini nanti Tuhan pula yang menghukum???
Padahal Ratusan tahun yg lalu Sucrates dan Ciciro telah mengajarkan cara politik yg bagus Trias Politica,,Artinya Ada Penguasa (Pemerintah), ada Rakyat (Wakil Rakyat) ada Pengadil (Mahkamah), Tapi di Karimun nampaknya dikuasai oleh Penguasa, dan Wakil Rakyat (Rakyat) gampang diatur, tapi Ingat pengadil dari TUHAN SIAPA YANG TAKUT?????

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...