Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Kamis, 11 Februari 2016

50 PESERTA UPTD SEKARIMUN IKUTI PROGRAM BEDAH SKL DAN LPMP

C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG20160210111937.jpg
Tampak Teguh Tri Prasetio
PPTK Dilingkup Disdik Kab. Karimun

Tg Balai Karimun – KNs

Bertempat di Alisan hotel kelurahan Kapling Tg Balai Karimun pada 10/2-016 ini, 50 orang peserta utusan masing masing UPTD se Kabupaten Karimun mengikuti kegiatan program bedah  Standar Ketuntasan Lulusan (SKL) diluncurkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Provinsi Kepri.

Hali ini dilakukan sebagai langkah positif untuk menghadapi ujian nasional (UN) yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2016 mendatang. Demikian Teguh Tri Prasetio selaku PPTK menjawab Karimun News saat dikonfirmasi dilokasi kegiatan.

Dijelaskan dia bahwa selaku pembimbing teknis kegiatan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) adalah utusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tanpa dijelaskan siapa nama pembimbing teknis sebagaimana dimaksudkan itu.

Lebih lanjut diungkapkannya, kegiatan itu dimulai dari
hari selasa  9/2 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun “Sudarmadi” dan berakhir pada jum’at 12/2.  Sudarmadi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan ini, untuk memotifasi anak didik ditingkat UPTD masing masing yang nantinya akan diterapkan diwilayah kerjanya masing masing agar mutu pendidikan menjadi alternatif jitu sehingga tingkat kelulusan anak didik dapat meraih prestasi terbaik.

Pesan Sudarmadi dalam sambutannya sebagaimana dikutip Teguh pada media. Dan permasalahannya bukan saja itu, terkecuali dan kiranya anak didik dapat lulus 100 % ditiap-tiap sekolah dilingkungan UPTD setempat. Pesan Kadis melalui pidato pengantarnya sebagaimana disampaikan Teguh Tri Prasetio yang menjabat Kasi “Kurikulum” SMP di lingkup Disdiknas Kabupaten Karimun.
Hal ini kita lakukan lanjut Teguh menirukan Sudarmadi, adalah merupakan langkah percepatan proses belajar/mengajar menunjang program pendidikan  9 tahun, dan sebagai upaya penggemblengan dini terhadap anak didik sehingga harapan dan keinginan semua pihak terutama orang tua murid agar anaknya dapat menoreh prestasi mencapai tingkat kelulusan yang diharapkan.

Kalau kelulusan anak didik menjadi 100 % sebagaimana disebutkan diatas, maka hal itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua secara person dan juga membawa nama baik sekolah dimana tempat siswa menuntut ilmu, dan sekaligus menjadi aksebilitas positif terhadap  Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karimun Provinsi Kepri pada umumnya.  

Anggaran kegiatan :

Mengingat kegiatan itu dilaksanakan selama 4 hari oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun terhitung dari tanggal  9 s/d  tanggal 12 Februari 2016, sehingga bagi peserta dari luar pulau Karimun besar, mereka harus menginap dihotel, menggunakan biaya transportasi laut dan darat, serta biaya akomodasi maupun uang kantong, selanjutnya awak media menanyakan anggaran kegiatan dalam pelaksanaan dimaksud kepada PPTK namun hal itu dikatakan “Teguh” kalau masalah anggaran kegiatan tidak perlu dipublikasilah pak.

Hal ini membuat keraguan dikalangan masyarakat mengatakan, mengapa hal itu harus disembunyikan dibalik anggaran kegiatan dengan menggunakan dana APBD itu. Sebaiknya transparanlah sesuai amanat UU No 14 Th 1986 tentang keterbukaan informasi publik.  Namun apa yang disembunyikan Teguh dibalik penggunaan dana APBD untuk kegiatan itu, tidak dapat diketahui secara pasti. Sehingga dari tanggapan masyarakat seraya berguyon, sebaiknya jangan ada dusta diabtara kita ; dan kalau mau tahu, kenyataannya tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.

Sumber dari masyarakat setempat pada media ini menyebutkan, seharusnya kegiatan dalam bentuk apapun dengan menggunakan anggaran dari dana APBD harus transparan ; mengapa pihak paniti pelaksana teknis kegiatan tidak mau terbuka penggunaan dana tersebut biar publik menjadi tahu ? Komentar sumber bernada tanya. ( KNs IEM Witak) Editor Mansyur.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...