Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Selasa, 09 Februari 2016

Gong Xi Fa Cai恭喜发财

Gong Xi Fa Cai恭喜发财
IMLEK 2567 DI KECAMATAN MERAL MERIAH

Tg Balai Karimun – KNs
C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG20160208121524.jpgHari raya Imlek atau lazim disebut “Gong Xi Fa Cai” dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa, adalah merupakan hari besar nasional, dan diperingati setiap tahun sesuai penanggalannya, dan pada tahun ini 2016-red hari raya Imlek 2567 atau dikenal dengan tahun Monyet Api itu, bagi masyarakat Tionghoa khususnya di Meral kota mereka merayakannya secara meriah dan penuh antusias. Pantauan media ini di Meral kota Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, terlihat antusias warga keturunan Tionghoa hilir mudik membawa keluarga untuk mengunjungi sanak family sebagai pertanda rasa syukur datangnya tahun baru Imlek. Terlihat di Jl A. Yani Meral, tepatnya di Toko Sejahtera milik Jeni Law alias Ahyan dan Toko Mampir milik Samsi, terrekam warga turunan dan non saling berdesakan untuk menyampaikan ucapan selamat kepada pemilik Toko.

Diantara warga Meral ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, kalau
ditempat pak Akhyan dan pak Samsi itu selalu dipadati pengunjung setiap tahun baru Imlek. Menurut sumber yang menolak untuk dituliskan namanya di media ini mengatakan, ramainya pengunjung ketempat kedua pengusaha ternama di Meral itu, karena pada setiap tahun selalu menyediakan angpaw untuk setiap tamu yang datang tanpa kecuali. Kedua Tokoh panutan masyarakat Tionghoa Meral itu, selain memberi angpaw kepada pengunjung, juga menyediakan berbagai menu hidangan menggoda selera masakan Melayu untuk tamu yang datang. Mengingat lokasi Toko milik pengusaha sukses dibidangnya itu dipusat kota Meral dan untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas maka pihak Kepolisian Polsek Meral menerjunkan anggotanya untuk memantau lokasi sehingga tidak terjadi kemacetan di jalan raya.

Toko Sejahtera milik Jeni Law terletak di Jl. A. Yani Meral pada setiap tahun baru Imlek
selalu dipadati kaum kerabat dan sanak family yang berkunjung ketempat itu. (Foto doc KNs)
Tahun monyet api menurut ramalan Shio adalah merupakan tahun keberuntungan/tahun pembawa berkah. Demikian Tan Kok To 78 tahun, atau selalu akrab disapa Atao warga Kelurahan Meral Kota Kecamatan Meral dengan didampingi Yen salah seorang warga pribumi pada awak media menuturkan.

C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG20160208120126.jpg

Lebih lanjut Atao kelahiran di Meral kota pada 1938 silam itu mengisahkan perjalanan hidupnya mengatakan yang namanya hidup ini semua jalan hidup sudah dikasaih Tuhan ala jadi kita hanya jalani apa adanya saja, yang penting kita tetap berdoa dengan cara kita masing masing semoga Tuan ala kasi kita risky, betul tak.

Saya punya anak 8 orang, enam perempuan dan dua orang laki laki, tetapi kami selalu hidup stabil. Ini semua berkat bantuan dari Tuhan Yang Maha Esa jadi walau dengan kondisi apa adanya tetapi kami selalu tenang dan damai dalam hidup bersama keluarga dan anak anak. Tukas Yen menirukan Atao pada media ini dihari raya Imlek.  
Catatan Sejarah
Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”.
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi “Tahun Tionghoa” dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
Di Indonesia, Sejak tahun 1968 s/d 1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang untuk dirayakan di depan umum. Hal itu berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto. Serta melarang segala hal yang berbau Tionghoa, termasuk di antaranya tahun baru Imlek.
Namun, sejak kepemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, kembali mendapatkan kebebasan dalam merayakan tahun baru Imlek, yaitu di mulai pada tahun 2000. Di mana, Presiden Abdurrahman Wahid secara resmi mencabut Inpres Nomor 14/1967. Serta menggantikannya dengan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).
Selanjutnya, baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu Hari Libur Nasional, oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003 hingga saat ini. (Sumber: WikipediaKNs - IEM Witak (Editor Mansyur)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...