Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Kamis, 18 Februari 2016

LIMBAH PT.OIL TANKING ANCAM KEHIDUPAN WARGA TELUK PAKU

 PELETAKAN BATU - Wakil Bupati Karimun H Aunur Rafiq bersama General Manager PT Oil Tanking, Sven Partzsch saat peletakan batu pertama pengerjaan pembuatan kontruksi di Teluk Paku,  Kelurahan Pasir Panjang,  Kecamatan Meral Barat, Kamis (29/8).HENGKI HAIPON/HALUAN KEPRI
Tampak H. Aunur Rafiq berpose bersama
Manager PT.Oil Tanking.  Foto doc HK

Tg Balai Karimun-KNs
Warga Teluk Paku Kelurahan Pasir Panjang Kec. Meral Barat Kabupaten Karimun, khususnya masyarakat dilingkungan Teluk Stimbul, Teluk Ranai dan Teluk Senang dalam lokasi PT.Oil Tanking beroperasi selalu mendapat ancaman limbah dari perusahaan itu beroperasi.  

Oil Tanking adalah sebuah perusahaan ternama dan terbesar ke-II didunia asal Negara Italia itu,  melakukan investasi sebesar Rp 2,4 triliun di Bumi berazam Kabupaten Karimun, membangun Tanki Timbun Bahan Bakar Minyak (TTBBM) di Teluk Paku Kec. Meral Barat Kabupaten Karimun.

Secara tatanan procedural, selaku masyarakat bangsa kita bangga karena Karimun Kabupaten hasil pemekaran untuk berpisah secara administrasi dari Kabupaten induk (Kepulauan Riau-red) mendapat kepercayaan dunia luar untuk berinvestasi adalah hal yang membanggakan ; tetapi dilain pihak dampak dari amdal perusahaan itu, dapat mengancam kehidupan warga dan secara perlahan akan memutuskan mata rantai ekonomi masyarakat yang menggantungkan sumber penghidupannya selaku nelayan tradisional.

Demikian Sulaiman Abubakar Krtua RT.001/RW.002 Kel.Pasir Panajang dengan  didamping
3 orang rekan diantaranya ialah Lisun, Salim dan Yen menjelaskan pada media ini disuatu tempat di Meral kota. Leman panggilan akrab Sulaiman Abubakar lebih lanjut mengatakan bagaimana nasib kami tidak terancam pak, tiap hari warga setempat selalu mendapatkan ancaman limbah untuk kepentingan perusahaan swasta asing mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempedulikan nasib kami.

C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG20160217103725.jpg
Tampak Sulaiman Abubakar Ketua RT.001/RW.002 pakai peci sebelah kiri
berpose bersama rekannya, Leman (Tengah dan Yen Kanan)
Artinya selama ini terhitung sejak tahun 2013 lalu sejak perusahaan itu berdiri, kami hanya sekali diberi kompensasi itupun hanya untuk 3 tempat saja masing masing Tl Senang, Tl Ranai dan Tl Stimbul dengan total nilai sebesar Rp 300 jt, selanjutnya sampai saat sekarang ini pihak perusahaan sedikitpun member respon kepada warga yang terkena dampak akibat limbah perusahaan.

Apakah permasalahan kompensasi itu langsung diserahkan oleh managemen perusahaan PT.Oil Tanking kepada masyarakat atau bagaimana, usik media. Tidak pak, ungkap Leman waktu itu kalau tidak salah ingat saya, kami ada 12 orang termasuk staf dari PT.Mekonel selaku subkon  dari Oil Tanking yang menyerahkan itu uang. Ungkap Leman memberi penjelasan kepada wartawan media ini.

Apakah ada semacam perjanjian tertulis dan/atau dalam bentuk lainnya yang disepakati waktu  itu mengenai kelanjutan kompensasi diberikan perusahaan kepada masyarakat, dan pada kesempatan itu Leman menjelaskan, karena sudah cukup lama bayangkan saja dari tahun 2013 sampai dengan saat ini jadi saya lupa, namun demikian managemen perusahaan juga harus punya hati nurani melihat kondisi hidup masyarakat seperti sekarang ini, apakah kami mau dibiarkan seperti ini untuk terus merasakan limbah perusahaan selamanya.

Karena kondisi perusahaan seakan membandel untuk tidak member kompensasi kepada masyarakat dilingkungan perusahaan beroperasi maka kami akan berkonsultasi dengan pihak lowyer untuk memperjuangkan nasib kami.  Artinya bukan apa apa pak, mungkin pihak managemen perusahaan itu melihat kami selaku masyarakat kecil ini tidak mampu maka mereka selalu mempermainkan kami, oleh karenanya maka kami juga bertekad untuk mencari pendampingan hukum untuk memperjuangkan nasib kami.

Hingga berita ini diunggah, managemen PT.Oil Tanking belum berhasil dikonfirmasi karena kendala jarak tempuh dan juga ketatnya penjagaan di Cequrity membuat pihak media sulit mendapatkan sumber berita untuk publikasi.

Pemerintah daerah Kabup;aten Karimun dan jajaran, terutama Bupati Karimun bapak H. Aunur Rafiq diimbau untuk melihat permasalahan nasib kami ini sesuai kewenangan agar upaya untuk hidup layak terutama beban biaya anak sekolah tidak selalu menghantui kami akibat menurunnya pendapatan perkapita selaku nelayan tradisional.

Himbauan kami ini bukan tidak beralasan ungkap Salim karena pada saat peletakan Batu I pembangunan TTBBM di Teluk Paku ini dilakukan oleh pak Rafiq yang menjabat wakil Bupati mendampingi Dr. H. Nurdin Basirun S.SOs M.Si selaku Bupati Karimun ketika itu (sekarang wakil Gubernur Provinsi Kepri-red).  Tukas Salim dengan diamini oleh rekannya, untuk mengakhiri. (KNs- MMW) Editor Mansyur

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...