Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Senin, 28 Maret 2016

BC KANWIL KHUSUS KEPRI BERHASlL TEGAH 2979 BUTIR EKSTASI


 
Tg Balai Karimun KNs. Jajaran petugas Bea dan Cukai Kanwil Khusus Kepri melalui kantor pelayanan dan pengawasan type madia B Tg Balai Karimun, berehasll menegah pil ekstasi yang diselundukan dari Malaysia melalui pelabauhan international Tg Balai Karimun/Kepuluan Riau. 

Dari hasil pemeriksaan Petugas Bea dan Cukai setempat diketahui pelaku berinitial LKS (35) tahun, warga negara MalaysIa telah dengan senganja memasukan barang haram tersebut ke Indonesia melalui pelabauhan Tg Bali Karimun. Pada saat konfreni pers di Aula Kpp BC setempat, LKS mengaku Kalau baru sekali ini dirinya memasukan barang haram terebut ke Indonesia dengan upah sewa sebesar $ 4000 M, atau setara dengan Rp. 60.000 jt. Dalam jumpa pers, Ka.Polres Karimun AKBP Imade Sukawijaya mengatakan kalau LKS adalah residifis. 

Diuraikan Made bahwa yang bersangkutan terlibat kasus pidana di Singapura dengan menjalani hukuman kurungan pidana selama 6 tahun dengan ancaman 9 tahun. Akibat dari perbuatannya, pelaku diancam kurungan badan minimal 5 tahun penjara dengan ancaman paling sedikit 10 tahun, dan paling banyak hukuman mati. Ancaman hukuman yang dibacakan melalui press release   oleh petugas BC setempat daerah itu, adalah berdasarkan UU RI No 10 Th 1995 jo UU No. 17 Th 2006 tentang Pabean. 

 Ketua Korps Wartawan Kab. Karimun (KWK) Yuliana saat dimintai tanggapannya oleh Crew media KNs mengatakan selaku Ketua wadah KWK saya mendukung kinerja petugas Bea dan CuKai serta pihak Kepolisin Polres Karimun pimpinan AKBP Imade Sukawijaya berhasil mengungkap kasus diduga mmiliki jaringan international itu. Tegas Yuliana. 

Yuliana juga mengimbau agar perbuatan pidana yang dailakukan oleh siap saja, adalah merupakan penjerahan terhadap pelaku agar tidak terulang kembali perebuatannya serupa diemudian hari. Diakhir keterangannya pada media Yuliana mengatakan dengan selalu ditegahnya kasus penyelundupan pil haram itu dari negeri jiran terutama Malaysia, sehingga patut diduga para sindikat memiliki jaringan di Karimun. Tutup Yuliana. KNs.Stanly Massie. Editor IEMW

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...