Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Selasa, 22 Maret 2016

Dana Intensif Guru seprovinsi Kepri, akhirnya malah meresahkan

gambar illustrasi : lntsmdra.blgspt.c.id

Dana intensif yang diberikan kepada ribuan guru seprovinsi Kepulauan Riau oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, malah belakangan ini kondisinya semakin meresahkan para guru.
Hal tersebut dinyatakan oleh banyak guru di Kepri kepada Karimun News. Com, namun rata-rata para guru tidak mau ditulis jati dirinya. Dikatkan mereka lebih lanjut,
Dana intensif para guru yang disalurkan oleh Diknas Prov Kepri Rp 100.000 s/d Rp 150.000 setiap bulan, melalui Bank Syariah Mandiri, dan selama 6 bulan sekali diterima oleh para guru sekitar Rp 900.000.

 Namun belakangan ini Diknas Prov. Kepri meminta kepada para guru itu untuk membuat Surat Pertanggung Jawaban ( SPJ ) yang mana harus membuat rincian dalam penggunaan dana Intensif dengan nota dan atau kwitansi belanja keperluan kerja guru tesebut. SPJ kemudian dikumpul untuk diserahkan kepada Diknas Prov Kepri.

Diantara guru mengtakan, sebelumnya mereka tidak pernah disuruh membuat SPJ. Ungkap seorang guru di Batam kepada Karimun News.Com. " Kami ini orang tua dan sebagai tenaga pendidik. Kalu hal itu kami lakukan, berarti halnya sama saja menyuruh kami Berbohong. Mana mungkin membuat dan mengumpulkan nota pembelian barang dari penggunaan dana intensif itu. Sementara dana intensif dipakai untuk keperluan pribadi dan keluarga, itukan dana pemberian kalau untuk mempersulit guru- guru, ya... tidak usah diberikan. Kalau saya buat nota belanja palsu berarti saya menipu, dan itu dosa yang wajib dipertanggung jawabkan sampai akhirat. Saya tidak mau buat nota itu, bukan kami membuat permohonan untuk diberi dana intensif yang hanya Rp 150.000/bulan ".
 

Kepala Dinas pendidikan Provinsi Kepri Yatim Mustafa yang dikonfirmasi oleh Karimun News. Com melalui SMS ke telephon selulernya, sampai berita ini diunggah tidak menjawab sama sekali. Padahal pertanyaan Karimun News. Com hanya ingin tahu untuk apa SPJ dana intensif tersebut dan apakah memang sudah jadi ketentuan ? ( Hazai Kand )  Editor : IEMW   

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...