Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Kamis, 28 April 2016

KONTAK TANI NELAYAN ANDALAN PROVINSI KEPRI

KONTAK TANI NELAYAN ANDALAN PROVINSI KEPRI
“DESAK PEMERINTAH”
TINDAK PERUSAHAAN NAKAL YANG MENCEMARKAN LINGKUNGAN
C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG_20160428_142430.jpg
Amirullah : Ketua KTNA Prov. Kepri

Tg Balai Karimun KNs.com
Diduga akibat lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas perusahaan yang  mencemari lingkungan hidup terutama laut tempat masyarakat menggantungkan nasib hidupnya selaku nelayan semakin terpuruk karena berkurangnya hasil tangkapan kalau dibandingkan dengan sebelumnya.

Kondisi itu terjadi dan akhirnya membuat Ketua Kontak Tani Nelayan (KTNA) Provinsi Kepri Amirullah, yang juga sebagai Ketua Organda Kab. Karimun angkat bicara. Dikatakan dia, setiap perusahaan yang melakukan kegiatan dalam skala kecil maupun besar, ujudnya adalah bisnis untuk mencari keuntungan.

Terlepas dari permasalahan tersebut, tetapi hal yang perlu dipatuhi oleh managemen perusahaan adalah persyaratan berdasarkan Undang undang dan peraturan pemerintah sebagai  payung hukum agar mutu dan kualitas produktifitasnya  perusahaan menjadi sinergi secara positif dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Artinya perusahaan sebelum melakukan aktifitas/kegiatan, harus terlebihdahulu mengantongi izin resmi dari pemerintah antara lain, Amdal- UPL/UKL dan lain sebagainya karena semua ketentuan tentang kewajiban yang harus dipenuhi maupun larangan yang wajib dipatuhi telah ditetapkan secara baku untuk diindahkan.

Dari kondisi itu lanjut Amir, tetapi diantara perusahaan ditanah air terutama dalam wilayah kerja Provinsi Kepri khususnya di Kabupaten Karimun masih saja melakukan pelanggaran karena lemahnya pengawasan walaupun secara managemen memiliki legalitas dari pemerintah.
Selaku masyarakat bangsa kita bangga dan mendukung langkah pemerintah karena banyaknya investor dalam dan luar negeri yang berinvestasi di Kabupaten Karimun ini tetapi permasalahan secara kasat mata yang kita lihat adalah diantara perusahaan yang tidak mengindahkan ketentuan dan peraturan/perundang undanag berlaku sehingga berimbas pada keterpurukan nasib hidup masyarakat.

Oleh karenanya dan menurut Amirullah yang merupakan kembaran H. Rhoma Irama itu mengatakan, diantara perusahaan yang saya pantau di Tg Balai Kabupaten Karimun itu antara lain seperti PT. M PT. PG. PT. SIB dan juga PT. T BUMN dan beberapa perusahaan lainnya dianggap menjadi biang rusaknya lingkungan hidup akibat produktivitas perusahaan dan juga kegiatan tamabang.

Diantara nelayan secara terpisah pada media ini mengatakan terus terang pak hasil tangkapan sebelum ini selama melaut, bisa menghasilkan 30-40 Kg/malam tetapi akibat tercemarnya lingkungan laut akibat aktivitas peruswahaan pendapatan kami menjadi berkurang 70 %. Kami katakana demikian karena hasil tangkapan selama satu malam paling banter 5-7 Kg. sedangkan kami wajib menghidupi keluarga dan biaya anak sekolah.

Apakah kondisi itu pihak perusahaan dan pemerintah Kabupaten Karimun “peduli” untuk memberikan kompensasi kepada kami selaku masyarakat nelayan daerah ini ? Kami minta kepada pemerintah daerah setempat terutama Bupati dan wakil Bupati Karimun  untuk meninjau langsung kegiatan perusahaan yang melanggar hokum dan peraturan berlaku dan apabila ada perusahaan yang melanggar, agar diberi sanksi sehingga nasip hidup kami selaku nelayan stabil, pinta masyarakat.

Demikian warga nelayan setempat menyampaikan keluhan melalui media ini seraya berharap agar jati dirinya tidak dipublikasikan. KNs.com(STANLY MASSIE)  Editor: IEMW

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...