Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Sabtu, 02 April 2016

WARGA SUNGAI ASAM KECAMATAN BELAT PERTANYAKAN DANA ADD

C:\Users\azka\Desktop\IMG00744-20160202-1235.jpg
Tampak Kandar selaku Pjs desa Sungai Asam kecamatan Belat

Pejabat sementara kepala desa Sei Asam Kecamatan Belat diduga kuat gelapkan  dana desa sebesar  TA 2015.  Adalah bantuan pemerintah pusat melalui anggaran APBN kepada setiap desa diseluruh Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp.1 Milyar/desa, namun kondisi itu dipertanyakan masyarakat desa Sei Asam kecamatan Belat karena mereka menganggap Kandar selaku pjs kepala desa setempat tidak transparan untuk mengalokasikan dana desa tersebut, dan diduga kuat digelapkannya untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
Sumber dari masyarakat setempat yang layak dipercaya menyebutkan, Kandar adalah seorang PNS kecamatan Belat ditunjuk oleh pak Camat untuk  menjadi Pjs desa  Sei Asam. Setelah dirinya menjabat sebagai Pjs dan akhirnya menjadi perbicangan hangat  di kalangan  masyarakat  setempat karena Anggaran Dana Desa (ADD) yang dikucurkan pemerintah meluai BPMD & KESBANG Kabupaten Karimun dipertanyakan.

Kandar  saat akan ditemui sumber dari masyarakat  untuk menanyakan permasalahan tersebut namun sulit untuk ditemui karena tidak pernah  berada dikantornya. Bapak lagi belum ada di kantor pak. Ungkap Bendahara  desa setempat itu kepada sumber seperti dikutip media ini. Setelah berdialog lalu bendahara desa malah balik bertanya ; ada apa pak yang  bisa kami  bantu ? Selaku warga desa, kata sumber, kami ingin bertemu pak Kandar untuk menanyakan permasalahan  penggunaan dana desa untuk pembangunan di tempat kita ini.
Dalam artian dana yang diterima dari kabupaten Karimun itu berapa banyak, dan telah dipergunakan untuk pembangunan apa saja, agar masyarakat menjadi tahu.
Kondisi itu perlu kami pertanyakan kata mereka (sumber dari masyarakat-red) karena melalui anggaran dana desa yang ada itu tidak terlihat pembangunan berbasis kinerja ditempat kita maka hal itulah yang perlu kami kroschek dengan pak Pjs Kepala desa setempat.
Lebih lanjut sang bendahara desa kepada masyarakat mengatakan, saya memang tidak  tahu  pak memang  saya  selaku bendahara dikantor desa ini, dan pada saat akan mengambil uang dana bantuan desa di Bank, saya pergi  bersama pak Kandar tetapi saya  tidak  tahu  berapa  jumlah uang yang dikeluarkan dari Bank. Dikataakannya lagi, janagankan saya tahu jumlahnya pak, melihat seperti apa bentuk uang yang dia ambil dari Bank saya juga  tidak tahu pak.  Dan setelah kami langsung pulang dan uangnya dibawa oleh pak Kandar. Terang  bendahara seperti ditirukan sumber kepada media ini.
Dan sesampainya di desa, dan menjumpai  ketua RT.  dan  RW  serta  Tokoh Pemuda  Sei  Asam, lalu dijelaskan bahwa  ada dana desa yang kita terima, tapi akan kita gunakan untuk membeli  pakaian uniform   RT.  dan   RW.   serta bantuan  untuk   TKA     dan  alat  kantor  desa  seperti   laptop,  perinter, dan ampli fair  untuk perlengkapan desa, dan juga untuk merehab kantor.
Kalaulah itu alasannya, kita terima tapi coba  bapak  pikirkan  sendiri, berapalah  dana  habis  untuk keperluan itu, ungkap warga. Jaganlah  kami  masyarakat    kampong di  bohongi hanya untuk kepentingan pribadi. Atas dugaan tersebut dan karenanya maka  kami   ingin mohon penjelasan dari pak Pjs desa Sei Asam secara transparan tentang berapa dana terpakai, untuk keperluan apa saja, berapa anggaran terpakai, dan sisanya untuk apa saja digunakan setelah ini.
Kalau Pjs Kades Sei Asam itu tidak mau terbuka dengan penggunakan anggaran dana desa tahun 2015, maka kami dari masyarakat setempat bersama pemuka masyarakat akan melaporkan hal itu kepada aparat berwenang agar dapa mempertanggung jawabkan uang masyarakat dan rakayat negeri ini, dan apabila terbukti nanti ada penyimpangan kata mereka, maka diminta kepada aparat penegak hukum untuk tangkap dan penjarakan saja yang   mengelapkan  dana ADD itu walau sepeserpun, pinta warga setempat.  KNs - ASPARONI .  Editor IEMW

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...