Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Sabtu, 07 Mei 2016

DPC K-SPSI Adakan Dialog Tripartit di Hari May Day 2016

C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG_20160502_102759.jpg
Photo bersama usai acara :
Tampak Hanis Jasni
diapit Kepala Dinas Tenaga Kerja (Pakian uniform)
    dan sebelah kiri Ketua Apindo baju oranye,

Tg Balai Karimun KNs.com
Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 1 Mei setiap tahun berjalan, masyarakat dunia memperingati hari buruh atau disebut May Day.  Tentunya acara itu dilakukan sesuai keinginan masing masing pihak yaitu ada dengan cara turun kejalan untuk lakukan aksi pawai terbuka, ada yang berkonvoi mnggunakan kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat), dan ada juga yang melakukan aksi demo di kantor instansi pemerintah dan lain sebagainya.

Kondisi itu,  dan halnya seperti  dilakukan oleh pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) cabang Karimun pimpinan Hanis Jasni dengan cara melakukan  ‘dialog tripartit’ bertempat di gedung nasional Tg Balai Karimun dihadiri ± 300 buruh/karyawan perusahaan untuk memadati acara itu.

Hal ini kami lakukan ungkap Hanis karena aspirasi yang kami sampaikan pada dialog itu menurut saya  lebih diserap oleh pemerintah dan pengusaha setempat daerah itu. Ungkap Hanis pada media ini usai menyampaikan aspirasi  pekerja yang dinaunginya dihadapan Bupati Karimun diwakili H. Anuar Hasyim M.Si, didampingi ketua Apindo kabupaten Karimun Dwi Untung dan Kepala Dinas Tenaga kerja- Transmigrasi Drs. Rufindi Alamsyah dan juga beberapa SKPD yang turut hadir diacara itu.

Dijelaskan dia unjuk rasa dipilih menjadi alternatif jitu karena aspirasi mereka kaum pekerja/buruh-red  lebih didengar, diperhatikan dan akhirnya dipenuhi sesuai tuntutan, tanpa niat untuk saling merugikan pengusaha, pekerja dan pemerintah selaku regulator.

Melalui pidato pengantarnya dihadapan pejabat daerah Karimun, pengusaha dan karyawan/buruh perusahaan yang hadir secara tegas Hanis mengatakan selama ini Upah minimum kota (UMK) dan Upah minimum regional (UMR) kita masih sangat rendah sehingga rentan membuat kesejahtraan hidup karyawan dan keluarga yang menjadi tanggungannya dirasakan belum mencapai pada tahap hidup layak sebagaimana diharapkan.

Tuntutan karyawan seperti disampaikan Hanis Jasni, mendapat tanggapan serius dari pemerintah kabupaten Karimun sebagaimana diungkapkan wakil Bupati Karimun Anuar Hasyim. Diungkapkannya bahwa dalam permasalahan ini kami akan segera mengadakan rapat bersama SKPD untuk membahas permasalahan tersebut, langsung disambut tepuk tangan meriah oleh karyawan perusahaan yang hadir diacara itu.

Hanis Jasni mantan anggota DPRD kabupaten Karimun itu lebih lanjut mengatakan peringatan May Day tahun 2016 ini sangat strategis, karena merupakan yang pertama kali sejak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena dalam persaingan ketat tenaga kerja telah terbuka memberi harapan kepada produktifitas perusahaan sekaligus memberi dampak positif kepada hidup layak karyawan dan keluarga menjadi tanggungannya.

Berkaitan dengan hal tersebut, dan mengingatkan kita kata Hanis, kepada Marsinah yang begitu getol memperjuangkan nasib buruh sampai akhir hayatnya untuk mendapatkan Upah Layak dan Hidup Layak bagi buruh Indonesia, serta menolak outsourcing karena merupakan perbudakan di jaman modern. May Day di Indonesia sebenarnya sudah dirayakan sejak lama. Bahkan dizaman Presiden pertama RI Soekarno. Dizaman itu ungkapnya, seperti ditulis sebuah media ternama terbitan ibu kota menyebutkan, mereka merayakannya dengan mengundang para buruh ke Istana untuk menjelaskan permasalahan buruh/pekerja perusahaan untuk hidup layak dari penghasilan didapati dari perusahaan. Presiden Soekarno saat itu ketika berpidato dihadapan kaum buruh untuk mengobarkan semangat para buruh serta menjelaskan Program Pembangunan Semesta dan berencana yang nantinya akan mensejahterakan buruh.

Diakhir pemaparannya, Hanis Jasni menjelaskan tentang upah Layak dan Hidup Layak sebagaimana diprogramkan oleh pemerintahan Presiden Joko widodo (Jokowi) memiliki arti  penting dan mempunyai kebijakan strategis berpihak kepada buruh Indonesia yang kini berada di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) Tutup Hanis.  KNs.com (Stanly Massie (Editor IEMW).

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...