Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Selasa, 29 November 2016

ABRASI ANCAM KEHIDUPAN NELAYAN

Tampak para nelayan di desa Penarah Kec. Belat Kab. Karimun

Karimun-kundur
karimunnews.com
Pencarian nelayan di desa Penarah,kecamatan Belat kabupaten Karimun akhir-akhir ini semakin terancam akibat cuaca buruk. Kondisi itu diperparah dengan tingginya gelombang laut hingga menimbulkan abrasi pantai dan akhirya merusak rumah penduduk dan akses jalan.

Pantauan crew mendia ini di kampung nelayan terutama di dusun Sebras,desa penarah,menyaksikan tingginya gelombang mencapai 2-3 meter yang terjadi hampir setiap hari sehingga pengikisan pantai pun tak terelakan dan akhirnya mengancam penghidupan warga setempat daerah itu.

Kondisi itu terjadi seperti diakui  Mustapa ketua RT. 12/RW 05 dusun  III Sebras desa Penarah pada media ini. Diungkapkannya lebih lanjut mengatakan kalau kondisi ini tidak
segera diantisipasi maka lambat atau cepat kampung ini akan tenggelam akibat pengikisan abrasi.
Selaku warga  masyarakat setempat, kami mengimbau kepada bapak Bupati Karimun H. Aunur Rafiq dan jajaran untuk meninjau kondisi daerah ini sekaligus dapat berdialog dengan warga setempat agar keluh kesah masyarakat dapat ditampung untuk mencari solusi.
"Jangankan dua sampai tiga meter, setiap hari satu meter saja tanah tergerus, dalam waktu sebulan sudah berapa meter?, Kalau satu tahun, pasti habis kampung ini," kata salah seorang Mustapa Rt 012 Rw 05 dusun tiga seberas .
Kades penarah,Awaluddin saat ditemui  mengatakan terkait abrasi ini ada inisiatif dari warga setempat  untuk membuat tanggul sebagai alternatif  dengan menanam pohon bakau, namun upaya sebagai inisiatif warga itu sia-sia karena kondisi itu tidak terbendung terkecuali perlu uluran tangan pemerintah melalui kucuran dana APBD untuk  membuat tembok disepanjang pantai sebagai upaya penyelamatan warga.ketus.  AWALUDIN.
Untuk menghindari  kikisan pantai/laut akibat abrasi merusak pemukiman warga maka diantara nelayan memilih hengkang  untuk menumpang dirumah keluarga, dan diantara mereka juga nekad pindah habis untuk mencari tempat yang lebih aman dengan membeli tanah untuk membangun pondok menjadi tempat pemukiman  baru mereka.
Sejauh ini, belum diketahui secara pasti jumlah nelayan korban abrasi tetapi diantara warga menuturkan dikampung ini hampir rata-rata mengalami nasib sama (dikikis abrasi-red). Ditanya media ini apakah selama ini sudah ada bantuan dari pemerintah setempat/Pemkab Karimun namun hampir semuanya mengaku sejak bencana itu menimpa warga desa, belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Karimun maupun Pemprov Kepri. Ungkap warga pada media mengakhiri.   (Karimunnews.com)  Jon/amd)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...