Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Sabtu, 12 November 2016

Pelabuhan Mukalimus Jadi Ajang Bongkar-Muat Pasir Secara Ilegal. Ada Apa Dengan Aparat Hukum Setempat.

Pelabuhan Mukalimus Sawang Selatan Kabupaten Karimun
KARIMUN, KUNDUR | karimunnews - Aktifitas bongkar muat pasir dari penambangan ilegal di Pelabuhan Mukalimus Sawang Selatan Kabupaten Karimun, nampaknya masih terus berjalan tanpa adanya teguran dari pihak terkait.

Ada kesan, penambangan tersebut dilakukan dengan cara pelan tapi pasti, meski keberadaan tambang banyak di kecam sejumlah lembaga dan organisasi massa ditempat Kundur.

Hasil pantauan di lapangan, (10/10) aktifitas kapal yang bermuatan pasir dan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Mukalimus masih terus berjalan dan aman-aman saja.

Kapal bermuatan pasir di duga ilegal itu sempat terlihat saling beriring iringan sebanyak enam kapal menuju destinasi pelabuhan untuk bongkar muat.


Selain itu, di tempat berbeda aktifitas penambang masih terus berjalan, dalam sehari kegiatan penambang pasir bisa mencapai puluhan truk. Selain itu, keberadaan pasir tambang ilegal ini juga di ketahui di jual keluar daerah.

Salah seorang warga Mukalimus yang enggan untuk di sebutkan identitas dirinya saat dimintai tanggapannya terkait banyaknya kapal yang mengangkut pasir dan tidak mengantongi ijin dari instansi yang berwenang hanya tersenyum.

Dia hanya mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak pernah terusik karena disebut sudah disusupi oknum yang berkepentingan dan ikut bermain. "Itu semua sudah sudah di susupi oknum yang ikut bermain," ujarnya enggan memerinci.

Dia juga menuturkan bahwa kapal bermuatan pasir tersebut hanya mengantongi izin berlayar saja dari pihak Syahbandar, dimana pasirnya akan di dibawa ke Penyalai dan Selat Panjang.

Terkait masalah itu, Pendi selaku pihak dari Dispesnda Kabupaten meminta kepada seluruh penambang yang mengambil pasir di Kecamatan Kundur Barat dan membawa keluar daerah agar terlebih dahulu membayar pajak.

Mukalimus adalah pelabuhan kecil milik masyarakat di pinggiran Sungai Mukalimus. Pada umumnya kapal kapal yang melakukan aktifitas di sini mengangkut barang dari dan ke pulau-pulau di sekitar Kepri, mulai dari sembako, pasir, BBM yang diduga illegal hingga barang selundupan lainnya.


[Ay/Jon]

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...