Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Selasa, 07 Maret 2017

Pengusaha Ilegal Arogan Usir Wartawan Saat melakukan Peliputan Berita

C:\Users\FROZEN NET II\Desktop\IMG_20170225_094046.jpg
Inilah Barang Ilegal Milik Seorang Pengusaha Berinitial ATK diduga
Diseludupkan Dari Singapura dan Malaysia Masuk Melalui Pelabuhan Tikus
Berlokasi Di Jalan Pantai Pak Imam Kelurahan Baran Kec. Meral Kab. Karimun-Kepri

Tg Balai Karimun - KNs.com
Seorang Pengusaha di Meral berinitial ATK seakan kebal hukum karena telah dengan sengaja untuk memasukan barang dari luar negeri secara ilegal kedalam wilayah pabean RI tanpa mengindahkan ketentuan UU No 17 Th 2006 sebagai perubahan atas UU No 10 Th 1995 tentang cukai dan bea masuk barang.

Melihat kejadian itu maka wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya dilokasi kegiatan bongkar muat barang tersebut namun oleh oknum pengusaha itu dengan nada tinggi dan bersikap arogan mengusir wartawan saat melakukan peliputan berita, sedangkan tugas wartawan dilindungi UU No 40 Th 1999 tentang wartawan yang tidak boleh dilarang oleh siapapun terkait peliputan berita.

C:\Users\FROZEN NET II\Desktop\IMG_20170106_171929.jpgAncaman Pidana :
Sebagaimana diatur dalam BAB VIII Pasal 18 Ayat 1 UU Pokok Pers No 40 Th 1999  berbunyi “Setiap orang secara mmelawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan aayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Pantauan media ini diantara barang-barang muatan kapal milik ATK yang dibongkar di pantai pak imam di Baran I itu diduga kuat tidak memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia) namun semuanya  dengan bebas tanpa hambatan diangkut masuk kegudang milik yang bersangkutan untuk selanjutnya dipasarkan untuk mengacau harga pasar hasil produksi dalam negeri.

Salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada awak media ini, kenapa pengusaha ilegal leluasa masuk dipelabuhan tikus yang dimiliki pengusaha ilegal itu, dimana sistem pengawasan Bea Cukai yang dilaut , pengusaha ilegal itu bisa masuk, apakah petugas Bea Cukai itu selalu mendapat setoran kepada pegusaha ilegal tersebut, contohnya barang ilegal yang masuk yang dimiliki oleh toko serba 9000, kok bisa masuk. Apakah pengusaha ini sudah bermain mata dengan Bea Cukai, sampai saat ini mereka lolos walaupun ada petugas Bea Cukai dilaut. Komentar sumber mengakhiri  (stanly)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...