Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Saturday, May 31, 2014

APARAT BERKOMPETEN DIMINTA USUT DAN TANGKAP PEMILIK TIMAH DIBALIK TENGGELAMNYA KM.PULAU INDAH


Foto Ilustrasi. Sebuah kapal pompong
diduga sedang memuat timah untuk diselundupkan keluar negeri,
akhirnya tenggelam di perairan Tg Balai Karimun

Tg Balai Karimun – Karimunnews. Sebuah kapal motor dengan nama lambung ‘Pulau Indah GT 239 milik seorang pengusaha ternama di Meral  seperti disebut- sebut bernama Ahong sebagaimana diberitakan di media cetak harian nasional terbitan Batam menyebutkan kapal dengan muatan kardus dan ikan itu, hanya sebagai kedok  sedangkan isi muatan sebenarnya adalah timah solder  ratusan ton diduga untuk diselundupkan keluar negeri.

KM Pulau Indah dinakhodai Ahmad Husaini dengan ABK sebanyak 22 orang itu setelah selama ± 30 menit perjalanan akhirnya tenggelam pada 26/2-2014 silam tanpa diketahui penyebabnya secara pasti. Sumber informasi dari masyarakat setempat yang layak dipercaya menyebutkan, timah solder ratusan ton itu, adalah milik seorang pengusaha dan memiliki beacgroud sebagai orang ternama di Karimun. Ungkap sumber tanpa menyebutkan identitas pengusaha tersebut.

Untuk diketahui bahwa para pengusaha timah di Karimun adalah warga negara turunan Cina dengan berlindung sebagai mitra untuk menambang diareal laut pada zona tangkap nelayan sehingga penghasilan para nelayan  menjadi berkurang drastis akibat pencemaran laut pasca tambang.

Kondisi tersebut, namun tidak sedikitpun membuat
para pengusaha itu memikirkan nasib hidup masyarakat pribumi ; bahkan terjadi sebaliknya yaitu kegiatan mereka/para nelayan-red seakan dijadikan bag-drama untuk tontonan gratis pada masyarakat tanpa mengindahkan ketentuan hukum dan perundang undangan yang berlaku di negeri ini.


Foto ilustrasi : ABK tenggelam, terlihat  minta tolong akhirnya diselamatkan
Permasalahannya apakah kepala dinas pertambangan dan Bupati Karimun tidak melihat dan/ataau mengetahui permasalahan tanbang illegal yang meresahkan masyarakatKabupaten Karimun selama ini ? ataukah mereka mereka itu punya saham dibalik usaha illegal mining tersebut. Agar tidak menuai tudingan miring dari masyarakat, seolah olah usaha tambang timah semi legal itu dibeacking oleh oknum tertentu, maka diminta kepada Bupati Karimun dan dinas pertambangan untuk menutup usaha tambang illegal itu sesuai kewenangan.  

Untuk diketahui oleh aparat penegak hukum pemerintah pusat di Jakarta  bahwa KM  Pulau Indah milik Ahong salah seorang pengusaha ternama di kawasan Meral Kabupaten Karimun Provinsi Kepri  dan berdasarkan sumber  yang layak dipercaya menyebutkan bahwa Ahong yang bertindak sebagai pengurus document kapal rekanan yang juga bernama Ahong itu, setiap jam kerja, dia selalu nongkrong di kantor Bea dan Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau (diduda sebagai orang yang sengaja di pelihara Aparat BC setempat  untuk suatu kepentingan bisnis terselubung-red).

Untuk menepis tudingan tersebut, dan untuk menjaga citra Kementerian Keuangan RI khususnya Dirjen Bea dan Cukai  maka diminta kepada Menteri Keuangan dan Dirjen Bea dan Cuki RI untuk menegur Ka.Kanwil khusus Bea dan Cukai Kepulauan Riau untuk tidak memelihara pengusaha hitam di balik nama besar  instansi yang dipimpinnya.

Hal itu dikatakan, karena beberapa saksi mata dari masyarakat setempat melihat Ahong seakan menjadi pegawai bayangan di kanwil khusus BC Kepulauan Riau, karena dia/Ahong-red, seakan memiliki meja khusus untuk beraktifitas di kantor BC setempat, dan bukan saja itu bahkan terkadang ia terlihat tampil prima mengenakan pakaian yuni form milik Dirjen BC yang layaknya seperti seorang pegawai benaran.

Atas praduga masyarakat  terhadap kepemilikan timah ratusan ton tersebut, selanjutnya mereka berharap agar  pemilik kapal dan timah ratusan ton itu harus diusut dan diminta kepada aparat berkompeten untuk menagkap oknum pelakunya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya  untuk efek jerah.

Permasalahan tersebut  sebagai upaya untuk menegakkan supremasi hukum di Negeri ini secara transparan dan akuntabel sebagaimana diamanatkan oleh Undang undang No 14 Th 2008 tentang keterbukaan informasi public.


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...