Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Saturday, May 31, 2014

PEMBANGUNAN TEROWONGAN DAN JEMBATAN BAWAH LAUT ANTAR NEGARA-DAERAH DISEPAKATI




Tampak DR.H.Nurdin Basirun S.Sos.M.Si

 Bupati Karimun Baju kemeja putih 
Berdiri nomor 4 dari kanan. Foto net.
Tg Balai Karimun-Karimunnews. Rencana pemerintah RI bekerja sama dengan pemerintah di Raja Malaysia untuk membangun  terowong dan jembatan bawah laut, akhirnya disepakati setelah sebelumnya mengundang nara sumber dari berbagai pihak dalam dan luar negeri yang memiliki disiplin ilmu dan specifikaci khusus dibidangnya, yang disejalankan dengan diterbitkannya peraturan Presiden RI nomor 7 tahun 2010 tentang pengesahan persetujuan pembangunan jaringan bawah laut antar negara. 


Sebagai langkah maju untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dunia terutama di Asia tenggara, maka berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk membangun infrastruktur sebagai daya dukung pertumbuhan dan peningkatan ekonomi makroh dalam arti positif.

Untuk diketahui bahwa akhir akhir ini, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk membangun jembatan dan terowong bawah laut dari pelabuhan Tg Balai Karimun Provinsi Kepri dengan pelabuhan Kukup Malaysia menjadi sarana alternative peningkatan ekonomi antar negara dan daerah di tanah air.

Rencana pemerintah untuk membangun terowong dan jembatan bawah laut antara pelabuhan Tg Balai Karimun, adalah menjadi rentang kendali dan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi antar negara, adalah sepanjang 17,5 KM kalau dibandingkan dengan rencana semula untuk membangun jembatan Melaka-Dumai sepanjang
48,7 KM dengan total investasi sebesar Rp.160 Triliun.  


Inilah rencana pembangunan terowongan bawah laut  

untuk menghubungkan pelabuhan Kukup Malaysia dengan 
Tg Balai Karimun/Kepri Foto net.
Kesepakatan bersama kedua negara (Indonesia-Malaysia) untuk membangun jaringan bawah laut seperti terowongan dan jembatan sebagaimana dimaksud, telah ditanda tangani pada tahun 2004 silam di Shanghai Cina untuk saling mengikatkan diri dalam rencana pembangunan antar negara dan antar daerah negeri ini.

Langkah itu dilakukan pemerintah Indonesia, sebagai upaya mengejar target menjadi negara maju pada tahun 2025 mendatang, setelah Malaysia berhasil menoreh prestasi itu pada 2010 silam. Untuk mencapai sasaran dan target yang dirancang oleh negara negara di Asia Tenggara, terutama Indonesia-Malaysia adalah berdasarkan Asean Free Trade Zone (AFTZ) dan Asean Highway Network (AHN) dianggap mampu untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesejahtraan rakyat khususnya di Asia Tenggara.
 

Itulah salah satu Item yang disepakati untuk membangun terowongan dan jembatan bawah laut antara kedua negara Indonesia dan Malaysia-red. Dari hasil penelitian dimaksud terutama tantang studi kelayakan lebih lanjut dibidang teknologi, ekonomi, social, budaya dan hubungan keamanan laut merupakan hal yang wajar dan membawa dampak positif terhadap kehiduoan masyarakagt antar negara dan hal itu disepakati untuk dilaksanakan pembangunannya sesuai rencana.

Berbagai hal dianggap layak, setelah melalui penelitian dan pembahasan dalam sebuah workshop di Johor Baru Malaysia pada 21 Januari 2014, sesuai hasil kajian dibahas melalui seminar JKR-L (Johor Karimun Riau-Link). Demikian sumber yang layak dipercaya berdasarkan pres releace di terima wartawan Karimun News.

Seperti disebutkan bahwa nara sumber yang dihadirkan untuk membahas tentang rencana pembangunan terowong dan jembatan bawah laut antara lain adalah :

Menteri PPN/Kepala Bappenas (Direktur transportasi Bappenas-Ir Bambang Prihartono, MSCE). BPPT (Deputi bidang pengkajian kebijakan teknologi) DR.Ir,Tatang Akhmad Taufik. Bupati Karimun DR.H.Nurdin Basirun, Asisten II Pemkab Meranti Drs. Atmonadi, Pusat studi pembangunan nusantara (PUSPENUS) Dr-Ing Eko Supriyanto, Pusat studi pembangunan nusantara (PUSPENUS) Dr.Wahyu Sutopo dan alumni dari Universitas Teknologi Malaysia (aimi.

Diantara warga Karimun yang dimintai komentarnya tentang rencana pembangunan terowong dan jembatan bawah laut berpendapat bahwa, kalau rencana pemerintah antar Negara itu segera terwujud, sebagai upaya rentang kendali antar negara dan antar daerah di tanah air, dan kedua menjadi langkah maju  bagi kedua negara seiring dengan perkembangan teknologi dewasa ini. Karimunnews. (T Efendi/Red)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...