Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Friday, June 6, 2014

KEMATIAN SABRI DAN ADI MASIH DISELIMUTI MISTERI




DJUPRIAL AL DJAELANI

SEKRETARIS LASKAR MERAH PUTIH

 KABUPAEN KARIMUN PROVINSI KEPRI

Meral / KNs - Kasus kematian Sabri dan Adi diatas kapal motor (KM) Prehetan pada 15/5-2014  lalu, masih diselimuti misteri berkepanjangan. Pasalnya, setelah kasus kematian dua orang ABK kapal di pangkalan sarhub pelabuhan ketapang milik Dirjen Bea dan Cukai wilayah khusus Kepri itu, dianggap tidak wajar oleh keluarga korban karena aparat terkait tidak transparan membuka tabir dibalik kasus tersebut secara transparan dan akutanbel.


Demikian Djupri Al Djaelani sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Karimun mengomentari kasus itu kepada Karimun News.com pada 6/5 setelah sehari sebelumnya mendampingi keluarga korban di mapolres Karimun untuk menanyakan hasil visum atrevertum di terbitkan pihak medis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karimun.




Al panggilan akrab dari nama lengkap Djupri Al Djaelani mengatakan, aparat Kepolisian Polres Karimun dan Dirjen BC Kanwilsus Kepri di Tg Balai Karimun dinilai tidak transparan terhadap kasus yang merenggut dua nyawa dalam sehari diatas kapal hasil tegahan Dirjen BC yang diamankan di pelabuhan Ketapang komplek perkantoran Kanwil khusus Kepri.



Saya katakan demikian, karena seharusnya pihak Kepolisian Polsek Meral dan Polres Karimun pada saat melakukan olah TKP atas musibah tersebut, mereka sudah mengambil langkah hukum secara intelijensi untuk menyelidiki penyebab kematian dan sesegera mungkin meminta hasil visum dari rumah sakit setempat untuk

dijadikan landasan hukum selanjutnya disampaikan kepada keluarga korban agar public masyarakat menjadi tahu.



Selaku pengurus Lembaga saya curiga, kata Al pada Karimun News.com pasalnya kedua mayat itu ditemukan tidak bernyawa lagi diatas kapal yang sama dalam sehari itu juga. Artinya kalau kita mau berbicara jujur dan transparan  terhadap kasus tersebut, tentunya aparat berwenang sudah punya rasa curiga dan secara inteljen sesuai specifikasi mereka dapat menyelidiki penyebab kematian itu dengan dibantu alat medis berdasarkan visum atrevertum dari rumah sakit. 



Suatu hal yang membuat kita curiga lanjutnya, karena hasil visum diterbitkan pihak rumah sakit terhadap jenazah Sarbi dan Adi selama 20 hari setelah kematian terhitung tanggal 15 Mei 2014  silam hingga 5/5 2014-red. Ada apa ? Ungkap Al pada media tanda tanya.



Masih menurut dia apa yang menjadi kendala sehingga proses kasus tersebut menjadi terlambat, tidak diketahui secara pasti. Apakah pihak RSUD Karimun tidak pada kesempatan untuk memberikan hasil visum atas kematian Sabri dan Adi itu kepada pihak Kepolisian Polres Karimun, ataukah ada factor lain. Waalahualam.



Kasat Reskrim Polres Karimun AKP. Yoga Buana Dipta Ilafi SIK membenarkan kasus kematian kedua korban diatas kapal hasil tegahan BC Kepri di Meral, selanjutnya kepada Amiruddin keluarga korban/ orang tua Sabri dengan didampingi sekretaris LMP menjelaskan, bahwa hal itu terjadi akibat keterlambatan pihak rumah sakit menyerahkan hasil visum kepada Polres Karimun, dan kami sudah beberapa kali mengirim surat secara resmi untuk menanyakan perkembangan hasil visum tersebut,  baru sekarang kami terima. Terang Yoga seperti disampaikan Al pada media.



Dikatakan dia/Yoga kepada keluarga korban bahwa dari hasil visum, tidak terdapat tanda tanda mencurigakan seperti memar dan sebagainya, berarti kematian Sarbi dan Adi diatas kapal motor Prehetan itu murni akibat musibah bukan ada unsure lain.  Terang Yoga berdasarkan hasil visum.



Korban diketahui berasal dari pulau Ruku kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri hulir Riau itu, adalah anak buah kapal (ABK) dari KM Indah Perdana dan KM Kurnia Ilahi yang ditegah aparat Bea dan Cukai karena dicurigai memasukan barang dari luar kedalam negeri tanpa dilindungi document kepabeanan  sebagaimana diatur melalui undang undang No. 17 tahun 2006, perubahan atas undang undng No 10 tahun 1995.



Atas kematian korban diduga tidak wajar itu, maka selaku pengurus Lembaga berharap kepada pihak Kepolisian Polda Kepri dan Mabes Polri dapat mengambil alih membuka tabir dibalik kematian Sabri dan Adi secara transparan untuk penegakkan supremasi hukum dinegara berazaskan hukum di negeri ini.



Kalau kasus ini tidak ada kepapstian hukumnya, lanjut dia maka kami dari Laskar Merah Putih Kabupaten Karimun siap mendampingi keluarga korban sampai ke Komnas HAM. Jujur saja kalau aparat yang menangani kasus ini  transparan, tentu permasalahannya tidak serumit dan larut seperti sekarang. Betul tak pak. Ungkapnya seakan balik bertanya pada media.  KNs Stenliy Massie-Red
 

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...