Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Friday, August 29, 2014

KANWIL KHUSUS BC KEPRI LUMPUHKAN 4 PENYELUNDUP PADA AGUSTUS 2014




Barang bukti hasil tegahan petugas patroli Kanwil khusus BC Kepri di Meral Karimun
Tg Balai Karimun KNs.
Keberhasilan jajaran Dirjen Bea dan Cukai RI melalui Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau di Meral Tg Balai Karimun,  patut dibanggakan. Hal itu dikatakan, karena selaku Aparat terdepan untuk memberi pasokan income terhadap bangsa dan negara terutama daerah melalui Bea Masuk Barang,  dalam rangka menunjang kelangsungan pembangunan nasional (NKRI) tercinta ini.

Dari tahun ketahun, terlihat keberhasilan Aparat Bea dan Cukai menunjukan prestasi gemilang diantaranya seperti pada bulan Agustus 2014 ini, berhasil melumpuhkan 4 pelaku penyelundupan barang di wilayah tugasnya. Ungkap salah seorang warga kelurahan Meral kota kecamatan Meral pada Portal Berita Karimun News.com disela acara konfrensi Pers bertempat di aula kantor wilayah khusus Kepulauan Riau pada  26 Agustus 2014.

Raden Evy Suhartantio Kabid P2 Kanwilsus BC Kepri dalam  keterangan Persnya mengatakan, pada bulan Agustus 2014 ini, dengan mengunakan Kapal Patroli cepat milik Dirjen Bea & Cukai sehingga   selama empat hari berturut-turut, yakni sejak  tanggal 17  Agustus sampai dengan 21 Agustus  ini, anggota patroli yang dikerahkan oleh Ka.Kanwil DJBC Kanwil sus Kepri dan akhirnya berhasil menangkap  empat Kapal pengangkut barang seludupan yang apa bila para pelaku itu berhasil melakukan aksinya maka nilai kerugian  negara diperkirakan  mencapai Milyar rupiah.

Secara lebih rinci diungkapkan Kabid, bahwa
“KM Razki Mulia di Nahkodai  oknum berinitial AH, dilakukan penangkapan pada 17 Agustus di perairan Jembatan I Batam, muatan berbagai jenis sembako dan bahan campuran lainnya asal Telaga Punggur Batam, tujuan  Tanjung Batu Kundur Kabupaten Karimun. 

Penangkapan kedua di hari yang sama pada pukul 22:30 Wib malam,yakni,” KM Aisyah, di nakhodai oknum ber initial HZ, mengangkut berbagai jenis sembako  dari Sei Jodoh Batam tujuan Tanjung Balai Kabupaten Karimun   di tangkap oleh petugas patroli di Perairan Takong Hiu Tanjung Balai Karimun. 

Setelah berhasil menangkap  kedua Kapal pengangkut barang campuran jenis  sembako asal  Batam tersebut, Tim Patrloli Kanwil  DJBC Khusus  Kepri  kembali berhasil  menangkap KM Anisa III dengan nahkoda initial JM dengan 7 orang awak kapal(ABK) dengan muatan 1000  Ballpres (Kain bekas)  berasal dari Port Kelang Malaysia Tujuan Tanjung Balai Asahan (Sumut), yang di perkirakan nilai barang mencapai  3,5 Miliyar Rupiah. 

Selanjutnya, menurut keterangan Kabid P2 itu,penangkapan kapal terakhir yakni KM Tambora  mengangkut sekitar 20 ton bawang Merah  di perkirakan senilai 400 Juta rupiah dengan asumsi  seharga 20 ribu rupiah/kg itu dibawa dari Sungai Linggi Malaysia tujuan Bukit Batu Bengkalis Riau.
Diungkapkannya bahwa Nahkoda dan ABK berhasil melarikan diri sehingga barang berupa bawang merah hasil tegahan dan sarana kapal itu disita untuk Negara.

Modus operandi
Lebih lanjut diungkapkan Raden Evy Suhartantio  pada awak media mengatakan modus operandi yang dilakukan para pelaku adalah barang yang dibawa antar pulau dan/atau dari luar kedalam negeri (Wilayah pabean RI-red) tanpa dilindungi document yang syah sebagaimana diatur melalui Undang undang No 17 tahun 2006 tentang pabean, sebagai perubahan atas Undang undang No 10 tahun 1995. 

Selain itu, juga para pelaku penyelundup itu, dengan memanfaatkan situasi lengang untuk membawa barang menggunakan sarana angkut/kapal bertonase ratusan hingga ribuan Ton ke daerah tujuan.
Walaupun kata pepata mengatakan pencuri itu lebih lihai dari petugas namun sikap siaga jajaran Bea dan Cukai setempat , tetap waspada secara intelijensi untuk tidak membiarkan mangsanya itu lolos dari sergapannya. Demikian Kabid P2 yang baru menempati posisi di Kanwil khusus Kepulauan Riau itu menegaskan penuh prinsip, untuk mengakhiri komentarnya.  KNs. M Raja-Daktur

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...