Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Monday, November 24, 2014

KELOMPOK NELAYAN DAPAT BANTUAN KAPAL SENILAI RP. 2,2 MILYAR




Tampak Bupati DR.H.Nurdin Basirun
 menyampaikan kata sambutan pada acara
penyerahan kapal bantuan Pemerintah pusat kepada nelayan Karimun

 Tg Balai Karimun KNs.
Kelompok nelayan di Karimun yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUBE) belum lama ini mendapat bantuan kapal dari Pemerintah pusat senilai Rp.2.2 Miliar. Bantuan yang digulirkan melalui dana alokasi khusus (DAK)  pada tahun 2014 diberikan kepada 12 orang nelayan dalam bentuk kapal jenis fiber.


Demikian Kepala dinas kelautan dan perikanan (DKP) Kabupaten Karimun Hazmi Yuliansyah pada media menejelaskan saat mendampingi Bupati Karimun Nurdin Basirun menyerahkan bantuan kapal nelayan pada kelompok nelayan medio November 2014.


Dijelaskan dia lebih lanjut, kapal
bantuan untuk nelayan di Karimun ini, diberi nama Kapal Motor (KM) Negeri Ber-Azam dengan nomor seri dimulai dari KM Negeri Ber-Azam 1 s/d 12.  Dikatakannya, Pemerintah pusat tahu kalau Karimun memiliki potensi kemaritiman dan kekayaan laut yang melimpah untuk kebutuhan lokal dan untuk tujuan ekspor, sehingga kita diberi bantuan kapal yang bagus seperti kita saksikan sekarang  ini.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa 12 unit kapal nelayan  bantuan  Pemerintah pusat itni diberikan kepada mereka/para nelayan-red ; Diantaranya adalah Sung Nam dari Durai, Pandi dari Tebing, Azizman dari Tebing, Safri dari Meral Barat, Arianto dan Zahari dari Desa Jang-Moro, Mahmud dari Desa Ungar, Sutarno dari Desa Tulang-Kecamatan Karimun, Wari dari Kundur Barat, Amri dari Lubuk Puding-Buru, Yulis Iskandar dari Pongkar-Tebing dan Awang Tajam dari Pauh-Moro," Rinci  Hazmi.



Inlah salah satu kapal nelayan jenis Fiber
diserahkan Bupati Karimun DR.H.Nurdin Basirun
 Kepada nelayan di Meral belum lama ini. (Foto Ilustrasi).
Dalam sambutannya Bupati Karimun, DR.H.Nurdin Basirun S.Sos. M.Si berjanji akan menyekolahkan anak-anak nelayan yang tidak bersekolah atau mau melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi (SMA sederajat-red) selanjutnya akan disekolahkan di Sekolah Kelautan dan Perikanan milik pemerintah.

Janji tersebut disampaikan Nurdin sebelum memberikan bantuan kepada nelayan di pelantar pantai Pak Imam Baran, I Kecamatan Meral Kabupaten Karimun Propinsi Kepri. Nurdin meminta kepada nelayan yang memiliki anak seusia sekolah agar melaporkan kepadanya.  Anak-anak nelayan tersebut nantinya akan disekolahkan di Sekolah Kelautan dan Perikanan yang biayanya nanti akan ditanggung oleh pemerintah.

"Kalau bapak punya anak yang mau masuk sekolah, silakan kasih tau saya, biar saya sekolahkan. Gratis," ungkap Nurdin disambut tepuk tangan meriah oleh warga yang hadir menyaksikan penyerahan bantuan kapal kepada para nelayan itu.

"Karena wilayah kita (Kab.Karimun) merupakan wilayah kelautan, maka kebijakan pemerintah yang baru ini dengan memprioritaskan perhatian pada dunia maritim maka dengaan sendirinya akan sangat menguntungkan bapak-bapak selaku nelayan. Untuk itulah, kita harus memanfaatkan kondisi ini dengan sebaik-baiknya,".

Bupati Karimun Nurdin Basirun ketika mendapat informasi kalau ada salah seorang nelayan di Karimun memiliki 10 orang anak, dan semuanya mengikuti jejak bapaknya menjadi nelayan. "Saya sedih mendengar kabar itu. Makanya, anak nelayan tak boleh jadi nelayan lagi. Kalaupun jadi nelayan haruslah nelayan yang profesional.

Kita sadar ungkap orang nomor satu di Karimun itu mengatakan, kalau diantara nelayan kita tidak mengerti membaca peta dan memahami navigasi laut, akhirnya tersesat masuk perairan internasional dan sebagainya. Bahkan ada yang ditangkap oleh Polis Marine Malaysia. "Kalau sudah macam tu, yang rugi kan kita sendiri. Karena nelayan tak tahu kalau mereka sudah masuk ke wilayah negara asing," Betul tak, ungkapnya seolah balik bertanya kepada nelayan, untuk mengakhiri sambutananya.  Tim KNs..  Editor : M. Mansyur Witak

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...