Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Wednesday, January 14, 2015

BUPATI KARIMUN HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEGIATAN TAMBANG DI ZONA TANGKAP NELAYAN

Foto profil Juliansyah Karimun
Tampak Juliansyah Salah satu Crew media
saat meliput kegiatan kapal isap produksi di Karimun
Tg Balai Karimun - karimunnews.com
Warga Tg Balai Karimun Provinsi Kepri terutama masyarakat dikawasan hinterland minta Bupati Karimun Dr.H.Nurdin Basirun S.Sos M.Si bertanggung jawab atas kegiatan tambang timah diperairan laut Karimun dan sekitarnya karena telah menimbulkan pencemaran hingga berdampak pada menurunnya hasil tangkap masyarakat yang menggantungkan nasib hidupnya secara turun menurun sebagai nelayan tradisional.


Masyarakat yang merasakan dampak langsung dari kegiatan tambang itu, adalah penduduk hinterland  terutama warga kolong Telaga Tujuh Kecamatan Karimun sehingga belum lama ini mereka menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Karimun melalui Sekretaris daerah DR. H.T.S. Arif Fadillah diruang rapat lantai II kantor Bupati Karimun.


http://1.bp.blogspot.com/-f4pswoTM2pA/U46Qkq1gR7I/AAAAAAAADpY/IOsedJTGWw8/s1600/images.jpeg


Inilah salah satu kapal isap timah : Foto ilustrasi


Pantauan media ini diruang rapat setkab Karimun tampak berjalan alot namun
kondisinya sedikit memanas setelah terjadi saling debat dengan mempertahankan argumentasi dari masing masing pihak (pengurus perusahaan dengan masyarakat-red).
Kelompok Masyarakat Telaga Tujuh (KMTT) yang merasa belum menerima kucuran
dana dari perusahaan tambang itu, dan akhirnya melakukan aksi demo menuntut hak berupa CD (Comuditty Development) dari kapal isap milik PT. Karimun Mining.


Beberapa sumber dari masyarakat setempat yang layak dipercaya menyebutkan, PT. Karimun Mining diduga tidak memiliki analisa dampak lingkungan (Amdal) dari pemerintah, bahkan pihaknya juga tidak  membayar dana CD kepada warga setempat selama ± tiga tahun.  Kondisi itu sehingga membuat warga setempat yang tergabung dalam wadah kelompok masyarakat Telaga Tujuh (KMTT) menyampaikan harapannya di lembaga yang menampung aspirasi rakyat di gedung DPRD Karimun.


Aksi serupa, juga dilakukan warga didepan halaman kantor Bupati Karimun pada 12/1/2015. Kepada wartawan Hallo Karimun.com Reno salah seorang warga tempatan mengatakan kapal  tidak akan beroperasi sebelum adanya penjelasan dana CD yang dialokasikan kepada KMTT. Diungkapkan dia lebih lanjut seraya mengimbau warga dan aparat berkompeten untuk meninjau status kapal isap timah cinta 2 dan cinta 4 milik PT Karimun Mining yang ditangkap aparat Kepolisian Polda Kepri belum lama ini.
Kapal cinta 2 dan cinta 4 yang ditangkap anggota AIRUD Polda Kepri belum lama ini ternyata dilepas dan saat ini kapal tersebut tetap beroperasi mengambil mineral timah dilaut Karimun dengan menghancurkan terumbu karang dan merusak ekosistim serta biota laut yang selama ini maupun dimasa mendatang menjadi sumber pencaharian nelayan.


Mengingat hal hal sebagaimana disebutkan diatas, maka kepada Bupati Karimun warga berharap untuk mengambil tindakan tegas dengan menindak lanjuti persoalan tersebut untuk pencitraan guna terciptanya kekondusifan daerah kabupaten Karimun dengan penduduknya secara hetrogen ini.
Diantara warga “KMTT juga mengatakan bahwa dana CD yang kami tuntut ini selalu saja dialihkan menjadi dana kompensasi yang kesannya terjadi pembohongan public karena dana CD itu sudah tertuang dalam RKAB PT. Karimun Mining yang dikeluarkan oleh Distamben yang ditanda tangani oleh Sekretaris daerah kabupaten Karimun DR. H. S.T. Arif Fadillah. Tutup sumber mengakhiri.
KNs. Stanly Massie. Editor M.Mansyur Witak

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...