Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Thursday, June 4, 2015

ANGGARAN KEGIATAN UN TELAH DILAKSANAKAN SESUAI PROSEDUR

Tg Balai Karimun KNs.Com
Gonjangganjing masalah anggaran Rp.800 juta untuk pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) tahun ajaran 2014-2015 di kabupaten Karimun Provinsi Kepri, akhirnya terjawab sudah. Terkait isu berkembang maka pada 3/6-2015 KNs.com melakukan konfirmasi dengan Riawati SPd. menjabat kepala bidang pendidikan dasar (Kabid Dikdas) diruang kerjanya mengatakan dalam pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP tahun 2015 ini-red telah kami selenggarakan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. demikian Riawati.
J:\DCIM\100MEDIA\FILE2146.JPG
Riawati SPd. Kabid pendidikan dasar Kab. Karimun

Lebih lanjut dijelaskan dia bahwa
anggaran untuk pelaksanaan Ujian Nasional itu, sebesar Rp.800.000.000. (Delapan rataus juta rupiah) selanjutnya anggaran  tersebut telah di salurkan kepada sekolah masing-masing sesuai kebutuhan. akunya polos pada media. Untuk diketahui ungkap dia, bahwa data sekolah yang ada, adalah sebanyak 59 sekolah dan anggaran yang kami salurkan untuk kegiatan UN adalah sebesar Rp.523,797,250.

Dari total anggaran tersebut Rp.523,797,250-red dipergunakan untuk honor pengawas sesuai lokal sekolah. Penulisan soal ujian sekolah, koreksi hasil ujian, uang saku penulisan soal sekolah dan masih beberapa item lainnya sehingga total anggaran keseluruhan adalah sebesar Rp.800 ribu.

Lebih lanjut dikatakan dia, jumlah UPTD sekolah di kabupaten Karimun sebanyak 5 UPTD dengan anggaran sebesar Rp.19.900.000. untuk sub rayon, ada dua dengan anggaran 23.620.000. Pengawas keliling dari Dinas Pendidikan khusus satu sekolah satu orang dengan total anggaran sebesar Rp.88.592.750.000.

Selain itu ada juga pengawas tetap dan perjalanan dinas dalam daerah dan luar daerah, serta melakukan sosialisasi UN dan Daftar Nominasi Tetap (DNT dan DNS daftar Nominal sementara). Masih menurut dia, para pengawas itu tidak langsung mereka melakukan pengawasan disekolah yang dibutuhkan terkecuali terlebih dahulu dilakukan sosialisasi.

Dijelaskannya lagi bahwa kami juga melakukan aplikasi data STTB –SKHUN, setelah itu, melaporkan UN ke Provinsi Kepri di Tg Pinang. Pengawasan soal ujian dengan penanggung jawab Kepala Dinas dibantu sekretaris dari Kementerian Agama dengan honor sebesar Rp.3.450.000.

Honor PPTK selama 7 hari sebesar Rp.1.750.000. Pembantu 3 orang dengan honor Rp.4.500.000. Untuk konsumsi selama 3 x rapat menelan anggaran sebesar Rp.5.625.000. Dari hasil diterima masing masing pihak, dipotong pajak sesuai pangkat dan golongan. Diakhir keterangannya dia mengatakan jadi untuk kegiatan/pelaksanaan UN itu, kami laksanakan dengan penuh ketelitian dan transparan, karena itu semua dilakukan untuk kepentingan pendidikan nasional dalam rangka menunjang pendidikan 9 tahun yang diprogramkan oleh pemerintah negeri ini. Tutup Riawati.  KNs.com (Stanly Massie)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...