Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Wednesday, June 3, 2015

“Kasih Buddha Menerangi Dunia” Umat padati Vihara Rayakan Waisak

Kasih Buddha Menerangi Dunia”
Umat padati Vihara Rayakan Waisak
Gubernur dan Wako Hadiri Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak ke 2557
Tampak pose bersama diantara pengurus vihara di Kepri

Umat Budha memanjatkan doa di Maha Vihara Duta Maitreya, Batam. (Foto ...
Tampak umat Buddha sedang melaksanakan ritual
di sebuah vihara di Bukit Senag Tg Balai Karimun

Tg Balai Karimun KNs.Com
Umat Budha di Tg Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau memadati Vihara untuk bersembahyang merayakan hari Tri Suci Waisak. Ribuan warga si,ih berganti menggelar sembahyang dengan persembahan dan doa dengan niat agar selalu mendapatkan
berkah dan keselamatan dalam hidup ini.

Prosesi persembahan dan doa meliputi sepuluh jenis seperti pembakaran dupa, bunga, minyak, lilin buah-buahan dan lainnya.

Pantauan awak media ini dibeberapa tempat peribadatan umat Budha, dipadati umat sejak siang hari hingga malam ; dan terlihat Vihara yang paling ramai dikunjungi adalah “Sasana Buddha Diepa” terletak di Bukit Senang Tg Balai karimun di[erkirakan sekitar 2000 warga menggelar ritual disana untuk melakukan ritual terhadap Sidharta Gautama “sang junjungan dan penerang umat manusia di Vihara yang memiliki luas lahan lebih kurang 2 hechtare itu.

Umumnya umat Budha lebih memilih mengunjungi Vihara menggelar ritual dan doa dihari Waisak itu. Demikian Sudirman pengurus Vihara Sasana Buddha Diepa menjelaskan pada media di Tg Balai karimun.

Lebih lanjut Sudirman mengatakan, rangkaian perayaan Waisak dimulai sejak beberapa hari sebelumnya untuk menyambut datangnya hari waisak dengan prosesi menyalakan lilin dan hio (dupa bergagang).
.

Dijelaskan dia bahwa dalam prosesi menyalakan lilin memiliki makna kelahiran Sidharta Gautama sebagai penerang dunia dan penyelamat umat manusia. Lilin lilin yanga menyala menurut dia, akan diarak mengelilingi Vihara dan selanjutnya diletakkan diatas meja dengan membentuk formasi menyerupai bunga teratai.
.

Adapun bunga teratai lanjut dia, adalah melambangkan kesucian karena teratai tidak mudah kotor walaupun daunnya mengambang diatas permukaan air. Pada perayaan Budha tahun ini mengusung tema “Kasih Budha Menerangi Duniamembuat umat Budha di Karimun juga berkumpul di Vihara untuk beribadah dan sekaligus mempererat tali silatu rahim dan kekeluargaan.

Saalah seorang pengunjung Vihara mengaku bernama Santi pada media mengatakan perayaan Waisak merupakan momentum untuk merenung nasib hidup seraya memanjatkan doa agar dalam hidup ini selalu mendapat keselamatan dan kebahagiaan hidup agar masa depan hidupnya akan lebih baik dari sekarang. Ungkap Santi optimis. Diungkapkannya kami merayakan hari Waisak ini agar membawa perubahan untuk diri pribadi dan keluarga dan masyarakat bangsa terutama warga yang berdomisil di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau ini.
Sejarah Singkat Hari Suci Waisak

Stupa Batu Candi Borobudur
Stupa Batu Candi Borobudur
Hari Raya Waisak sendiri dikalangan umat Buddha sering disebut dengan hari raya Trisuci Waisak. Disebut demikian karena Waisak memperingati “Tiga Peristiwa Penting” yang semuanya terjadi di bulan Vesakha dan pada waktu yang sama yaitu tepat saat bulan purnama. Tiga peristiwa penting itu terjadi antara lain adalah:
Kelahiran Pangeran Siddharta
Pangeran Siddharta adalah Putra seorang Raja yang bernama Raja Suddhodana dan seorang Permaisuri yang bernama Ratu Mahamaya. Pangeran Siddharta lahir kedunia sebagai seorang Bodhisatva ( Calon Buddha, Calon Seseorang yang akan mencapai Kebahagiaan Tertingggi ). Beliau Lahir di taman Lumbini pada tahun 623 Sebelum Masehi.
Pencapaian Penerangan Sempurna
Pangeran Siddharta pada usia 29 tahun beliau pergi meninggalkan Istana dan pergi menuju Hutan untuk mencari Kebebasan dari USIA TUA, SAKIT, dan MATI. Kemudian Pada saat Purnama Sidhi di bulan Waisak, Pertapa Siddharta mencapai Penerangan Sempurna dan mendapat gelar SANG BUDDHA.
Pencapaian Parinibbana
Ketika usia 80 tahun Sang Buddha Wafat atau PARINIBBANA di Kusinara. Semua mahkluk memberikan penghormatan kepada Sang Buddha dan begitu juga Para anggota Sangha , mereka bersujud sebagai tanda penghormatan terakhirnya kepada Sang Buddha.
Waisak sebagai sebuah hari raya agama Buddha bisa memberikan contoh yang positif kepada setiap orang. Contoh positif yang dapat diteladani adalah pengembangan cinta-kasih kepada setiap makhluk hidup. Wujudnya bisa berupa berdana membantu mereka yang membutuhkan, mendonorkan darah, menjaga lingkungan sekitar dengan hidup sederhana atau perbuatan-perbuatan baik lainnya.
Akhirnya satu harapan besar dari hari Waisak tersebut adalah bahwa setiap manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan setiap saat selalu hidup dengan rasa cinta-kasih tanpa kebencian, seperti yang tertulis di dalam Dhammapada, “Kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian, tetapi hanya dengan memaafkan dan cinta-kasihlah maka kebencian akan lenyap.”  Redaksi KNs  (Sumber tulisan dari berita net Metro.News.com)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...