Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Saturday, June 13, 2015

Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-


Hasan Basri (80) pensiunan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) menunjukkan ...
Tampak seorang pensiunan PNS (Foto-Net)
JAKARTA KNs.Com
Diera Pemerintah Jokowi-JK telah banyak membawa perubahan secara positif, diantaranya adalah dengan menetapkan gaji pokok pensiun pegawai negeri sipil (PNS) terendah adalah Rp1.486.500, naik dari sebelumnya Rp1.402.400. Langkah perubahan yang dilakukan oleh  kedua petinggi negeri ini Presiden dan wakil Presiden RI-red, sebagaimana termaktub dalam Peraturan Pemerintah No 33/2015 tentang Penetapan gaji Pokok Pensiunan PNS dan Janda/Dudanya, yang ditandatangani di Jakarta pada awal Juni 2015 ini.
Sementara untuk pensiun janda/duda PNS menjadi paling rendah Rp1.051.800, pensiun janda/duda dari
PNS yang tewas paling rendah Rp1.486.500 dan pensiun yang diberikan kepada orang tua PNS yang tewas paling rendah menjadi Rp297.300.

Menurut PP ini, terhitung mulai 1 Januari 2015, bagi PNS yang pensiun tanggal 1 Januari 2015 dan sebelum 1 Januari 2015, pensiun pokoknya disesuaikan menjadi paling rendah Rp1.486.500.
Adapun bagi pensiunan PNS, pensiunan janda/duda PNS, pensiun yang diberikan kepada anak, bagian pensiun janda/anak dan pensiun yang diberikan kepada orang tua yang dipensiun sebelum 1 Juli 2001, setelah pensiun pokoknya disesuaikan menurut PP ini, jika tidak mengalami kenaikan atau mengalami penurunan penghasilan, maka kepadanya diberikan tambahan penghasilan sebesar jumlah penurunan penghasilan ditambah dengan empat persen dari penghasilan.

Sedangkan yang mengalami kenaikan penghasilan kurang dari empat persen dari penghasilan, kepadanya diberikan tambahan penghasilan sehingga kenaikan penghasilannya menjadi sebesar empat persen.

“Penghasilan sebagaimana dimaksud adalah penghasilan yang diterima pada bulan Desember 2014, tidak termasuk tunjangan pangan,” bunyi Pasal 3 PP No. 33 Tahun 2015 itu.
Sementara di ayat berikutnya disebutkan, pemberian tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud berlaku sejak 1 Januari 2015.

Pasal 4 PP ini menegaskan, penyesuaian pokok pensiunan akan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara sebagai dasar pembayaran pensiun.
“Selain pensiun pokok, kepada penerima pensiun sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini diberikan tunjangan keluarga dan tunjangan pangan yang berlaku bagi PNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 5 PP tersebut.

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran pensiun pokok pensiunan PNS dan janda/dudanya, menurut PP ini, diatur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan. Redaksi KNs.Com (Sumber Berita suara pembaruan.com)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...