Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Thursday, July 30, 2015

Pemilihan Kepala daerah Gubernur Provinsi Kepri 2015


http://media5.picsearch.com/is?iRfRCX3VihBhvCyy1TFML1-IYi9AqIw7xK53fsdOA5s&height=160
DUO Mantan Napi Koruptor
Ramaikan Pilgub Kepri

Tg Balai Karimun-KNs
Tentunya anak negeri ini masih ingat tentang sejarah Perang Dunia II. Peristiwa itu terjadi, adalah sebagai ulangan Perang Dunia I. Kejatuhan Soeharto juga pengulangan dari kejatuhan Soekarno. Sejarah politik selalu bergerak kepada situasi dan kondisi misteri yang membuat kita menjadi bangga karena berhasil mengalahkan lawan ; dan juga sebaliknya  terkadang akibat politik membuat orang masuk penjara.
Sejarah selalu terulang :
Adalah menjadi catatan sejarah bagi warga Kepulauan Riau “tentang perjalanan politik Kepri, juga sebagai bagian dari pengulangan pengalaman masa lalu. Sejarah mencatat tentang Badan Pejuang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) dikomandani Huzrin Hood ketika menjabat Bupati Kepri, tentunya melalui perjuangan panjang dan melelahkan dengan menguras energy dan memerlukan biaya besar.
Dari kondisi itu dan akhirnya hasil dari perjuangan itu, disetujui DPR-RI dan
Pemerintah Pusat dengan disahkannya UU No.25 Th 2003 tentang terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau menjadi Provinsi devinitif untuk berpisah secara administrasi dari Provinsi induk (Provinsi Riau-red).

Terbentuknya Provinsi Kepri pada tahun 2003 itu bukannya ingin pamrih tetapi setidaknya sedikit membuka peluang kepada Huzrin Hood untuk bisa terpilih menjadi Gubernur Kepri. Saat itu, diantara Tokoh politik yang berniat maju untuk bertarung menuju Kursi Kepri-1 terdiri dari beberapa kandidat, diantaranya adalah Ismeth Abdullah yang pada saat itu menjabat Ketua Otorita Batam, Nyat Kadir Walikota Batam dan Soerya Respationo yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Batam.
Tapi sayang pada saat itu karir politik Huzrin Hood layu sebelum berkembang dan kesannya terganjal akibat politik ; dan bukan saja itu bahkan  Huzrin dicokok Kejaksaan atas tuduhan penggelapkan dana APBD Kabupaten Kepri tahun 2001-2002 sebesar Rp 4,3 miliar, dan akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang mengganjarnya dengan pidana penjara kurungan badan selama 2 (dua) tahun.
Suksesi Pilgub Kepri tahun 2005 berjalan tanpa Huzrin terkecuali memunculkan kandidat antara dua calon kuat yakni pasangan Ismeth Abdullah dan HM Sani yang saat itu menjabat Bupati Karimun melawan Nyat Kadir berpasangan dengan Soerya Respationo, akhirnya dimenangkan pasangan Ismeth Abdullah dan H.M. Sani. 
Sedangkan Huzrin Hood selaku Tokoh pendiri dan pejuang BP3KR, dengan getir hanya bisa menyaksikan perhelatan politik pilgub Kepri itu dari balik jeruji besi (Lembaga Pemasyarakat Suka Miskin Bandung Jawa Barat).
Lima tahun kedepan kepemimpinan Ismeth – Sani atau tepatnya pada tahun 2010, Ismeth Abdullah menyusul Huzrin Hood di Lapas Cipinang. Ismeth Abdullah oleh pengadilan Tipikor, mengganjarnya dengan pidana penjara 2 tahun akibat kasus Damkar.
Kasus ini mengantar Ismeth ke jeruji besi di Lapas Cipinang dan membuka peluang Sani-Soerya memenangkan Pilgub Kepri 2010. Nasib Ismeth sama seperti Huzrin, hanya dengan getir bisa menyaksikan pilgub Kepri 2010 itu, juga dari balik jeruji besi dilapas Cipinang.
Sepuluh tahun telah berlalu dan pada tahun 2015 ini, lawan politik Huzrin Hood dan Ismeth Abdullah nampaknya akan cerah karena menjadi calon pasangan untuk bersanding dipesta demokrasi Pilgub Kepri menuju Kepri I. Hal ini dipastikan karena Partai Golkar Kubu Agung Laksono pada Rabu (22/07/2015) dalam Musda Golkar di Tanjung Pinang memutuskan calon Gubernur dari Partai Golkar adalah Ismeth Abdulah-Huzrin Hood sepertinya menjadi pilihan kuat dari Golkar kubu Agung Laksono.
Bagaimana dengan Ansar Ahmad, juga petinggi Golkar Kepri yang sudah dipinang Soerya Respationo ? Dari kondisi politik sebagaimana yang kita saksikan selama ini dan akhirnya Mahkama Konstitusi (MK) telah merehabilitasi hak politik lulusan Suka Miskin dan Cipinang itu menyatakan diri untuk bertarung dikanca politik Pilgub Kepri 2015-2020. Hadirnya dua petinggi Kepri sebelum ini, (Ismeth Abdullah dan Huzrin Hood-red) merupakan pasangan pengantin di bulan Desember 2015 mendatang menuju singgasana.
Lalu bagaimana arah peta politik Pilgub Kepri saat ini ?
Pengamatan Karimun News.com terhadap beberapa kandidat calon pilgub Kepri jika tidak pandai pandai menyusun strategi antara pasangan calon Gub Kepri yang kian hangat dibicarakan masyarakat luas saat ini antara lain seperti pasangan Sani Nurdin,  Suryo - Ansyar dan lain lain, maka akan jadi bumerang.  Hingga berita ini diunggah dua Tokoh penting Kepri itu belum berhasil dikonfirmasi.
Maju terus jangan mundur, kalah atau menang adalah risiko politik dan hal itu tergantung bagaimana pendekatan persuasive masing masing kandidat calon dengan masyarakat setempat daerah itu. Semoga.
KNs.Com. Stanly Massie. Editor Mansyur W
Sumber berita dari : Halo Karimun.com

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...