Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Monday, December 14, 2015

KISAH POHON SAHABI YANG HIDUPNYA RIBUAN TAHUN

KISAH POHON SAHABI
YANG HIDUPNYA RIBUAN TAHUN
DIGURUN PASIR RIBUAN TAHUN
SEBAGAI SAKSI SEJARAH KERASULAN MUHAMMAD SAW

Tg Balai Karimun-KNs

Konon menurut al-kisah bahwa “sahabi” adalah pohon yang hidup ditengah gurun pasir tandus, sebelah utara kota Yordania. Pohon itu menurut sejarahwan bangsa Arab mengatakan, sudah hidup selama ribuan tahun silam. Sahabi dalam bahasa Arab, yang kalau di Indonesiakan menyebutnya “Pohon yang dikaruniahi”.
Menurut catatan sejarah cendikiawan diantaranya adalah Ibn Hisham, Ibn Sa’d al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari mengatakan pohon Sahabi itu bertahan hidupnya  sudah 1400 tahun silam di padang pasir yang tandus.
Pohon Sahabi ini dapat dipercaya karena sebagai saksi sejarah tentang pertemuan seorang
Biarawan Kristen bernama “Bahira dengan Nabi Muhammad SAW. Diungkap dalam kisah bahwa salah seorang saudagar Arab bernama “Abu Thalib yang tidak lain dan tidak bukan adalah pamannya Nabi Muhammad SWS bersama seorang anak kecil untuk menjajakan dagangannya dibeberapa tempat kota Yordania.
Dijelaskan bahwa anak kecil yang mengikuti Abu Thalib pada saat itu baru berusia sekitar 9 - 12 tahun sehingga membuat Bahira menjadi sangat kagum dan tertegun melihat kelincahan anak yang belum menginjak usia dewasa itu ; selanjutnya pedagang tadi diajak masuk kedalam rumah tetapi sianak kecil itu tidak ikut karena disuruh menjaga/menunggu unta-unta di bawah pohon Sahabi.
Dari kondisi itu, dan Bahira tertuju firasatnya untuk memperhatikan kelincahan sianak kecil itu yang menurutnya terdapat tanda-tanda mukjizat. Diantara mukjizat yang terlihat pada diri sianak kecil itu karena kemana saja pergerakannya selalu dinaungi oleh segumpal awan dan akhirnya membuat firasat Bahira menjadi semakin bertambah ; apakah mungkin akan datang seorang Nabi/Rasul dipermukaan  bumi ini selain Nabi dan Rasul pilihan Allah yang sudah ada. Pohon1
Dari sanalah sang Biarawan yakin kalau pemuda itu memang benar-benar Nabi yang sudah diramalkan kedatangannya. Selanjutnya Bahira berpesan kepada Abu Talib untuk menjaga pemuda kecil itu, karena kelak ia diramalkan akan membawa berkah bagi umat manusia.
Penemuan kembali pohon itu terjadi secara tak sengaja. Menurut situs Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip Negara dan jika dirunut dari naskah-naskah tua tersebut dan diramalkan berkemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Muhammad, adalah di Gurun Pasir yang terletak di Yordania.
Sejumlah ilmuwan dan cendekiawan pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira, namun untuk memastikannya, tentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan otentisitasnya.
Seperti dilansir Green Prophet, Pangeran Ghazi menyebutkan,bahwa pada saat ”Rasulullah SAW. sedang duduk di bawah pohon sahabi lalu pohon itu merundukkan cabang dan daunnya untuk menaungi Muhammad, sebagai suatu bukti sejarah. Sebutnya dalam tulisan itu. Sekarang pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dengan memasang pagar disekelilingnya untuk melindungi agar tidak mudah dirusak oleh tangan manusia sehingga kondisinya tetap rimbun sesuai aslinya.   Sumber Berita Halo Karimun.com  Redaksi KNs

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...