Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Wednesday, December 2, 2015

NASIB 71 ORANG TKI MENGINAP DIHUTAN


C:\Users\lenovo\Documents\IMG_6882.JPG
Tampak para TKI yang tertangkap petugas
Aparat Patrol Bea dan Cukai Batam

Tg Balai Karimun KNs
Selasa tanggal 03 November 2015 pada pukul 05.30 Wib Pagi hari  Pihak Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun menangkap Speed Boad dari Malaysia tanpa nama berbendera Indonesia  mengangkut 71  TKI termasuk 1 balita  dan 3 kru Speed Boad  di perairan Putri Nongsa Batam Kepulauan Riau(Kepri).

Keterangan Pers sekaligus acara peresmian dan syukuran  yang di gelar di bagian dek atas kapal patroli baru tersebut  di laksanakan hari itu juga  selasa 03/11/2015 di mulai dari pukul 10 Wib Pagi hari.

Berdasarkan keterangan Kepala Kantor DJBC Khusus Kepri ,yakni” Parjiya  mengatakan  Penangkapan di lakukan  anggota satgas patroli Laut setelah  melakukan pemeriksaan  badan terhadap seluruh penumpang termasuk 3 kru  dan  alat angkut, yang menemukan  41 bungkus rokok  Merk U2 dan 15 bungkus rokok merk LA  tanpa dilekati Pita cukai, yang di nilai telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Kepabeanan,termasuk pelanggaran  tidak adanya Dokumen pendukung ,atas izin  Keluar masuk Wilayah Indonesia atau  perjalanan yang sah dan masih berlaku,yang akhirnya  di lakukan penarikan  speed Boad dan
seluruh penumpang  ke kantor Wilayah DJBC Khusus kepri di Tanjung Balai Karimun  untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,terang Kepala Kantor tersebut.

Seusai  temu pers,para Wartawan Pun langsung menuju  tempat  di amankannya  para TKI, yakni pondok bangunan sekitar pangkalan(Pelabuhan ) yang juga masih berada di sekitar atau bagian belakang  Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri  di Tanjung Balai Karimun tersebut.

Hasil wawancara Kru Media ini kepada para TKI,yang masih berada di lokasi dan dalam pengawasan pihak  Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri menjelang di serahkannya kepada Pihak Imigrasi Tanjung Balai Karimun, beberapa orang TKI,di antranya,” Sumardi,karyo,Suratmi mengaku lelah dan merasa di obok-obok mulai dari Luar Negri (Malaysia) maupun di dalam Negri Sendiri,Ungkap Mereka.

Menurut keterangan mereka uang  di bayar di Malaysia  kepada Tekong sebesar 3100 Ringgit Malaysia atau sekitar 3 juta rupiah lebih  untuk biaya transfortasi  laut dan darat hingga sampai di kampung halaman yang pada umumnya tujuan  jawa Timur,terang Karyo salah satu di antara mereka.

Sebelumnya kami  di sembunyikan  oleh tekong(pengurus keberangkatan) di Malaysia yang juga masih warga Negara Indonesia, termasuk nginap selama dua hari dua malam di hutan Kelapa sawit Malaysia untuk menghindari  pihak kepolisian Malaysia,katanya.

Begitu pula lelahnya kami, untuk naik ke Speed Boad yang  jaraknya  kurang lebih  20 meter dari bibir  pantai dengan kedalaman seleher orang dewasa  kami  di paksa harus  berenang sambil menjinjing  barang bawaaan kami, termasuk satu  di antaranya  harus menggendong 1 Balita, begitu pula setelah  di atas speed Boad kami harus  berdesak-desakan karena alat angkutnya yang begitu kecil, tak taunya sudah  sampai di Negri sendiri  kita di tangkap seperti maling atau teroris aja, ungkap  mereka.

Selanjutnya hasil penelusuran Kru media ini malam harinya ,ketika para TKI berada di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun,Tampak Kepala Imigrasi sedang  pememberikan pengarahan serta melakukan musyawarah yang di lakukan berdiri sambil berbaris ,yang  akhir kepala Imigrasi memutuskan besok paginya  para TKI di persilahkan  pulang begitu saja, dengan penjelasan besoknya naik oplet dari depan kantor Imigrasi hingga penjelasan  jadwal waktu keberangkatan Kapal Very dengan  biaya di tanggung Masing-masing, sehubungan  surat jalan sebagai mana yang  di janjikan oleh  Dinas Sosial  Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun tak kunjung datang,seperti yang di terangkan Kepala Imigrasi tersebut.

Selesai acara dan masih berada di lingkungan Kantor Imigrasi, dan ketika kru media ini  menanyakan  apakah mereka  legowo (menerima red) atas tindakan yang di lakukan oleh para  pihak aparatur Negara ini? Beberapa  TKI yang mendengar pertanyaan ini  spontan menjawab,”ya tidak Mas,” jawab mereka serentak,alasannya mereka terpaksa  harus mengeluarkan biaya tranfortasi  dua kali lipat dari biaya pada awalnya, seandainya tidak terjadi seperti ini, uang biaya yang tidak seharusnya kami keluarkan tadinya bisa di jadikan modal usaha di kampung halaman,setidaknya mereka peduli   betapa sulitnya kami mencari uang hingga merantau ke Negri orang, di Negri Orang kami takut dengan  pihak aparatnya, sepulangnya dari Negara orang  pun kami merasa tidak di bela,ungakap salah satu TKI yang mengaku namanya Sumito. KNs- Lumban.  

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...