Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Thursday, January 28, 2016

MEMBANGUN KEMAJEMUKAN MENATAP MASA DEPAN

C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG20160126101721.jpg
R. Jaa’afar Tokoh Masyarakat Kepri

Tg Balai Karimun – KNs
Untuk memperjuangkan dan memproklamirkan negeri ini dari kaum penjajah oleh para pejuang secara majemuk walaupun hanya bersenjatakan bambu runcing,  tetapi patut diapresiasi dan dikenang sepanjang masa untuk menatap masa depan.

Hal itu dikatakan karena sebagai perwujudan dari cita cita pejuang masa lalu untuk merebut “KEMERDEKAAN RI” sesuai tekad dan semboyan pejuang dimedan perang “maju  terus pantang menyerah walaupun sampai ketitik darah terakhir”.

Itulah semboyan dan cita-cita pendahulu selaku generasi tua yang memiliki tekad untuk merebut dan menghantarkan NKRI ini kepangkuan Ibu Pertiwi menuju Masyarakat yang adil, makmur  dan sejahtra sebagaimana dikumandangkan oleh
Proklamator Bangsa “Soekarno-Hatta” pada 17 Agustus 1945.

Dan untuk meningkatkan solidaritas kemajemukan masyarakat madani di bumi NKRI ini, tentunya perlu menjalin kerjasama semua komponen bangsa untuk menatap masa depan agar pembangunan nasional pada segala bidang yang dicita citakan pendahulu, menjadi bagian tak terpisahkan dari peran seluruh lapisan masyarakat mengejar ketertinggalan dengan Bangsa lain yang telah lebih dulu maju.

Selanjutnya untuk mewujudkan NKRI tercinta ini, merupakan harga mati untuk diwariskan oleh generasi sekarang dan mendatang secara menyeluruh sehingga nilai kemerdekaan menjadi  tetap terpatri dihati sanubari rakyat negeri ini.
 
Demikian R. Ja’faar Tokoh masyarakat Kepri dan selaku Penasehat Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun pada media ini menuturkan, saat ngopi bereng dilucy cake jl. Ahmad Yani Sei lakam 27/1-2016.  Selaku masyarakat bangsa ungkap dia, kita harus sadar bahwa kemajemukan  pada segala bidang tidak akan terwujud jika tidak ditumbuhkembangkan oleh masyarakat secara individu dan  kelompok dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara dibawah Panji “BHINEKA TUNGGAL IKA” dari Sabang sampai Marauke.

Hal itu kata Jaa’far sapaan akrabnya, kalau kita lihat secara Nasional tetapi dalam konteks kedaerahan seperti Karimun Kabupaten hasil pemekaran yang disejalankan dengan UU No. 53 Th 1999 tentang Otonomi daerah untuk berpisah secara administrasi dari Kabupaten Kepulauan Riau sebelum pemekaran-red ; tentunya semua permasalahan harus dilihat secara jeli oleh pejabat daerah dan aparat terkait selaku induk komando untuk mencegah hal hal yang tidak kita inginkan terjadi/kasus kriminal dan lain sebagainya.

Seperti contoh kenang dia, terjadi aksi  terror bom dinegeri ini antara lain seperti terjadi  mulai  dari bom Bali I dan bom Bali II, terror bom di hotel Mariot, dan kembali terjadi di Poso Sulawesi tengah dan sebagainya, dan belum beberapa lama ini terjadi di lagi  di Jl. H. M. Thamrin Jakarta atau dikenal dengan terror bom Sarina.

Belum lagi usai, masyarakat kembali dikejutkan dengan gerakan fajar nusantara (GAFATAR) di Kalimantan dan daerah lainnya negeri ini. Dari berbagai kejadian dan ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat seperti disebutkan diatas tentunya menuntut kewaspadaan semua pihak melakukan antisipasi dini terutama aparat terkait dan berwenang melakukan koordinasi sehingga hal hal yang tidak diinginkan terjadi di Kab. Karimun kota Berazam itu.
Bahwasanya akhir akhir ini, Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar terus menjadi sorotan publik. Gerakan ini mendadak heboh setelah seorang dokter bernama Rica Tri Handayani dan anaknya di Yogyakarta menghilang sejak 30 Desember 2015 lalu dan diketahui dr cantik itu mengikuti gerakan fajar nusantara dan berada di Kalimantan pada11 Januari 2016. Seperti diinformasikan bahwa dia menjadi anggota GAFATAR, terdaftar sejak tahun 2012 lalu.
Heboh kabar tentang dokter Rica membuka sejumlah fakta tentang Gafatar. Organisasi ini rupanya telah lama bergerak dan menyebarkan ajaran yang dinilai sesat di Indonesia. Gafatar telah menyebar ke sejumlah kota di Indonesia dan merekrut banyak anggota baru. 
Kiranya perlu menjadi perhatian serius oleh semua pihak bahwa hal yang terjadi itu patut diduga sebagai modus yang dilakukan orang tertentu untuk mencapai suatu tujuan, untuk itu dan kepada seluruh lapisan masyarakat dimanapun berada diimbau untuk memberikan informasi atas suatu kejadian yang sifatnya merongrong kantibmas dalam wilayah domisili kepada aparat berkompeten setempat sebagai langkah antisipasi. Ungkap Jaa’far mengakhiri. KNS –M. Mansyur Witak, Stanly Massie

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...