Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Tuesday, March 15, 2016

GONJANG GANJING DANA BANSOS

LSM PURA SEMESTA MINTA TIM KEJATI KEPRI FOKUS 
PENYELIDIKAN KEBAGIAN KEUANGAN PEMKAB KARIMUN

Haji Zainal Abidin Kand : Sekeretaris LSM Pura Semesta Kab. Karimun

Tg Pinang KNs
Tim Kejati Kepri mulai memeriksa para penerima dana Bantuan Sosial ( Bansos ) dan dana Hibah Kab. Karimun. Pada media ini Zainal (Panggilan akrab dari Haji Zainal Abidin Kand) mengatakan. berbagai data akurat yang ada pada kami, jumlah dana yang direalisasikan dari tahun 2010 s/d 2014 sudah sekitar Rp 150 Milyar, adalah sebuah jumlah yang tidak kepalang tanggung besar. Namun dari hasil penelusuran LSM Purasemesta, yang terangkum dari sementara informasi masyarakat dan penerima dana Bansos/hibah, angka tersebut tidak mungkin dan rasanya nonsen disalurkan kepada para pemohon dana Bansos lewat berbagai proposal.

Dana yang cair dan tersalur hanya berkisar Rp 5 juta s/d Rp 35 juta dari pada tiap2 proposal yg juga tidak begitu banyak dari berbagai orang perorangan, Organisasi, LSM dll sesuai dengan perturan yang diperbolehkan menerima dana Bansos/Hibah. LSM Purasemesta sangat setuju dan mendukung tugas mulia pihak Kejaksaan Tinggi Kepri untuk memeriksa dugaan penyimpangan dan penyelewengan dana Bansos dan Hibah di Karimun.

Neraca keuangan yang dilaporkan oleh Bupati Karimun sebagai bentuk pertanggung jawaban melalui pidato Bupati pada tiap akhir tahun anggaran, maka siapapun yang menelaah akan goyang kepala, sebab angka2 yang dimasukkan pada neraca penerima dana Bansos/Hibah Tidak Masuk akal. LSM Purasemesta menghimbau pada masyarakat penerima dana Bansos/hibah, agar membuat surat melaporkan pada Tim Kejari yang lagi memeriksa dugaan penyelewengan dana Bansos/Hibah Pemkab Karimun.

Dari beberapa permasalahan itu maka diminta kepada para penerima dana Bansos dan Hibah untuk membeberkan Fakta sebenarnya berapa yang pernah diterima, agar terhindar dari Mark Up pengelola/pengguna anggaran, dalam realisasinya. Bisa saja yang diterima Rp 20 juta diolah menjadi Rp 200 juta ( dugaan sementara-red ). LSM Purasemesta tidak yakin sama sekali jumlah Rp 150 Milyar telah direalisasikan penyalurannya kepada masyarakat secara benar. Dari hasil observasi dilapangan yang tersalur dengan benar paling banyak hanya Rp 10 Milyar, lain hal dengan pemohon yang bisa saja berasal dari kroni pengrlola dana Bansos/ Hibah. LSM Purasemesta juga berharap agar tujuan pemeriksaan dari Tim Kejaksaan Kepri untuk mencari bukti penyelewengan penggunaan dana Bansos/Hibah. Bukan sebaliknya mencari korban dari masyarakat untuk menutupi PENYELEWENGAN DUGAAN penggunaan dana Bansos/Hibah di Kab. Karimun. ( H.Zainal Abidin. Kand ) Sekretaris LSM Purasemesta.  Demikian Zainal Kand untuk mengakhiri keterangannya pada media.
Karimun News. Com (STANLY MASSIE)  Editor  IEMW

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...