Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Thursday, April 21, 2016

Nelayan Muara Angke Jakarta Utara Datangi Balai Kota Bawakan Ikan Untuk Ahok

Nelayan Muara Angke Jakarta Utara
Datangi Balai Kota Bawakan Ikan Untuk Ahok

 Para nelayan Muara Angke yang tergabung dalam Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) membawakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ikan

Jakarta KNs. Para nelayan Muara Angke yang tergabung dalam Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) membawakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ikan hasil tangkapan mereka sebagai nelayan, sekaligus menjadi korban reklamasi Teluk Jakarta.

Pantauan KNs. Di Balai Kota Jakarta para nelayan itu menyebyutkan "Kami bawakan ikan tangkapan kami sebagai bukti di Muara Angke masih ada ikan antara lain jenis bandeng, sangke, dan ikan petek yang dibawakan mereka ke Bale Kota sebagai oleh oleh buat Ahok tetapi ikan yang mereka bawa tidak diterima Ahok, melainkan oleh Kasubdit Pemantauan dan Penanganan Konflik Sosial Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta Soni Triwibawa.


Iwan selaku perwakilan nelayan warga Muara Angke mengatakan, sebahagian besar warga disana adalah nelayan sehingga untuk merubah suatu kebiasaan dari nelayan ke bidang usaha lain bukannya tidak bias tetapi memerlukan proses jadi kami berharap kepada pak Gubernur DKI Jakarta Ahok dapat memikirkan nasib warga yang selama ini menggantungkan nasib hidupnya sebagai nelayan.

Sikap warga KNT itu berawal dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama pernah menyatakan laut Jakarta sudah tercemar, sehingga mustahil para nelayan masih dapat menghasilkan ikan dikawasan itu. Ungkap warga pada media ini menirukan Ahok.

Masih menurut Iwan selama 2 (Dua) tahun sebelum reklamasi dilakukan, nelayan bisa mendapatkan ikan sekitar 50 kilogram/sekali melaut tetapi sekarang hasil tangkapan mereka menurun drastis hanya berkisar 4 – 5 kg.

Ahok tidak menemui nelayan itu karena yakin masalah reklamasi dipolitisasi. Menurut dia, nelayan hanya ribut dengan pulau reklamasi yang dilakukan oleh Agung Sedayu Group dan Agung Podomoro Land. Sedangkan reklamasi pulau yang lain tidak pernah diributkan.

"Mau nemuin saya urusan apa, tukas Ahok yang memiliki sikap tegas, transparan dan logika itu pada awak media. Kalau mau saya untuk berdebat masalah reklamasi yang sedang dikerjakan sekarang, nggak bakal ketemu debatnya.

Kenapa nelayan enggak pernah protes ke-KBN (Kawasan Berikat Nusantara)? Hanya Sedayu dan Podomoro? Nelayan nolak reklamasi tinggalkan Muara Angke, (sedangkan) Muara Karang, Cakung itu direklamasi dan semuanya berjalan sesuai rencana," tegas Ahok.

KNs. Jakarta  Dedy S. Sumber berita News Metro Jakarta 

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...