Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Wednesday, April 27, 2016

PENYELUNDUPAN ROKOK BERPOTENSI MERUGIKAN NEGARA MILYARAN RUPIAH


PENYELUNDUPAN ROKOK
BERPOTENSI MERUGIKAN NEGARA MILYARAN RUPAIH
BERHASIL DISELAMATKAN PETUGAS PATROLI BC KANWIL KHUSUS KEPRI

photo illustrasi KPPBCTBK
Tg Balai Karimun KNs.com
Dengan menggunakan speedboat mesin Yamaha sebanyak 5 unit berkecepatan 200 Pk @ unit, para pelaku dengan sengaja membawa rokok diduga asal impor tujuan pulau Kijang Tembilahan Provinsi Riau  tanpa dilengkapi dokumen pabean sebagaimana diatur melalui UU RI No 17 Th 2006 sebagai perubahan atas UU No 10 Th 1995.

Aksi pelaku, ditegah petugas patroli BC-10021 Kanwil khusus Kepri pada 23 April 2016 dan berhasil menyelamatkan kerugian Negara sebesar Rp.1.181.532.000.oo.-   dengan rincian sbb :

No.
Merk Rokok
Jumlah
Total
1.
A 100 Classic
254 ctn @80 slop @10 bks@16 btg
203.550 bks atau


dan 35 slop@10 bks @ 16 btg
3.256.800 btg
2.
Luffman
103ctn@50 slop @10 bks @20 btg
51.840 bks atau


dan 34 slop @ 10 bks @20 btg
1.036.800 btg

Keterangan berhasil dihimpun media ini dari kantor wilayah khusus Bea dan Cukai Kepulauan menyebutkan, penindakan dilakukan, berawal dari kecurigaan petugas patroli BC melihat sebuah speedboad dating dari arah East OPL Malaysia melaju dengan tujuan pulau Kijang Tembilan.

Speedboat dengan kecepatan tinggi memiliki awak kapal sebanyak 8 orang termasuk tekong itu berusaha untuk melarikan diri, dan setelah dilakukan pengejaran, ternyata pelaku melakukan perlawanan akaan menabrkan speedboat kearah kapal petugas, akhirnya petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan tetapi tidak diindahkan pelaku, dan akhirnya petugas melepaskan tembakan kesasaran mesin kapal sehingga 4 mesin kapal tersebut rusak terkena tembakan petugas.

Setelah kapal digunakan pelaku berhasil dilumpuhkan akhirnya kapal berikut muatan dan 7 orang ABK  dibawa kepelabuhan ketapang milik Bea dan Cukai di Tg Balai Karimun, sedangkan satu orang ABK lagi yang terkena luka tembakan, diantar oleh petuga BC ke rumah sakit Angkatan Laut di Tg Pinang, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit Awal Bros Batam karena keterbatasan peralatan di RS AL Tg Pinang.

Berdasarkan Press Release dari kantor wilayah khusus Bea dan Cukai setempat diterima media ini pada selasa 26/4 menyebutkan, para pelaku saat diintrogasi petugas, mengaku mereka mengkonsumsi narkoba jenis shabu dan untuk memastikan hal tersebut mereka dilakukan tes urin, ternyata positif 7 orang ABK dinyatakan positif terdapat zat “matamphetamine”.   

Atas perbuatan pelaku, diduga telah melanggar Undang undang No 39 tahun 2007, sebagai perubahan atas Undang undang No 11 tahun 1995 tentang cukai. Undang undang No 17 tahun 2006 dari Undang undang No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan Pasal 102 huruf (a) menyatakan “setiap orang tanpa memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 yang  menjalankan kegiatan pabrik, tempat penyimpanan, atau mengimpor barang kena cukai dengan maksud menggelakkan pembayaran cukai, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun penjara kurungan badan dan paling lama selama  5 (lima) tahun, serta denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar kepada negara.

Pada Pasa 54 Undang undang Pabean disebutkan, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukaiyang tidak kemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud pada dalam Pasal 29 ayata 1 (satu)  dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun penjara kurungan badan dan paling lama selama  5 (lima) tahun, serta denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar kepada negara.

Setiap orang yang mengangkut barang impor yanag tidak tercantum dalam manifest sebagaimana dimaksud dalam 7 A ayat (2), dipidana karena melakukan peneyelundupan dibidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 50 Milyar.

Masyarakat setempat Tg Balai karimun mengapresiasi kinerja Bea dan Cukai atas keberhasilannya melakukan penegahan terhadap pelaku penyelundupan dalam wilayah tugas, dan kepada pelaku yang sedang menjalani proses di kantor wilayah Bea dan Cukai setempat itu, untuk proses jerah.
                    KNs.com (Stanly Massie) Editor : IEMW

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...