Kejari Karimun “Diduga Keras Endapkan Kasus Korupsi", Menpan RB Perintahkan Pejabat dan PNS Berijazah Palsu Dicopot, SI JAGO MERAH MENGAMUK DI BAPPEDA KARIMUN, Tekad PKS Akan Menangkan Rafiq Jadi Bupati Karimun Periode 2015-2020, Pemerintah Menetapkan Gaji Pensiunan PNS Terendah Rp. 1.486.500,-, Hussein: "Kami Tak Meminta Apapun,Hanya Kedamaian Beribadah", Kajari Karimun, Rudi Margono SH. Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Diendapkan Supratman Khalik SH.,

Tuesday, July 25, 2017

80 SANTRI-SANTRIAWATI PONPES HIDAYATULLAH KERACUNAN SETELAH MENGKONSUMSI NASI BUNGKUS


C:\Users\user\Desktop\20170723_134542.jpg


Ustadz Badawi
Pengasuh Ponpes Hidayatullah

Tg Balai Karimun – KNs.com
Sebanyak 80 dari 150 santri-santriawati yang menuntut ilmu di pondok pesantren Hidayatullah berlokasi di Sememal Pasirpanjang kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun mengalami keracunan pada 22/7 setelah mengkonsumsi nasi bungkus dari sumbangan donator.

Berdasarkan informasi beredar dari berbagai sumber dan setelah berada dilokasi ponpes, Crew Karimun News berhasil menggali sebab musebab terjadinya peristiwa itu dan melalui sumber yang layak dipercaya menyebutkan, makanan yang dikonsumsi itu adalah merupakan sumbangan dari salah seorang donator.

Alasan donator untuk memberi sumbangan nasi bungkus kepada santri disini, bersempena dengan ultah cucu bersangkutan dan juga sebagai rasa syukkur atas kesembuhan penyakit yang dideritanya setelah berobat ke- Negara jiran (Malaysia-red). Demikian sumber menirukan donator, pada media ini menjelaskan.



Dijelaskan bahwa para santri yang keracunan setelah mengkonsumi  nasi bungkus itu ada 80 orang dan semuanya sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit umum daerah Muhammad Sani (RSUD-M.Sani) dan rumah sakit bakti timah (RSBT) tetapi untuk lebih jelas, sebaiknya dapat menghubungi ustadz Adi Bastian karena dia lebih tahu persis dan saat ini dia sedang melakukan pemantauan langsung terhadap santri yang dirawat di dua rumah sakit tersebut.  

Bastian ketika dikonfirmasi dan membenarkan kejadian tersebut selanjutnya dia menjelaskan bahwa dari jumlah santri keracunan yang mendapatkan pertolongan medis, Alhamdulillah sebagiannya sudah dinyatakana pulang oleh pihak rumah sakit dan sisa yang ada sekarang ini baik di RSUD M.Sani maupun di RS BT hanya tinggal separuh, ungkap Bastian.

Kapolsek Meral AKP S. Badawi saat dikonfirmasi media ini di polsek Meral terkait permasalahan tersebut pada 24/7 dan pihaknya membenarkan peristiwa tersebut. Setelah ditanya tentang unsur peneyebab kejadian, Badawi enggan berkomentar karena masih perlu proses ; apakah terdapat di nasi, telur atau pada jenis makanan lainnya.
C:\Users\user\Desktop\2494_Usai-Konsumsi-Nasi-Saji--80-Santri-di-Karimun-Alami-Keracunan.jpg
Tampak Santri Keracunan yang sedang menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Muhammad Sani Karimun
Dikatakannya bahwa setelah anggota melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) didapati keterangan bahwa orang yang menyumbang nasi bungkus itu tiba dilokasi sekolah pas santri akan makan siang, lalu disodorkan makanan tentunya langsung disantap santri ; dan setelah  tidak lama berselang mereka makan nasi sumbangan donator itu, diantara mereka merasa pusing, mual dan muntah akhirnya mereka dilarikan kerumah sakit.

Apakah tidak ada unsur pidana dalam kejadian itu ? tanya media. Belum ditemukan adanya unsur yang mengarah hanya saja pada saat korban dan donator kita pertemukan mereka sepakat bahwa beban biaya yang timbul akibat kejadian itu ditanggung donator jadi selaku Anggota Polri kami mendukung dan mensuport langkah prehensif yang disepakati kedua belah pihak. Terang Badawi mengakhiri. Karimun News.com : T. Effendy. Editor. M2W

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...